Jika bicara tentang Youtuber, banyak banget yang bisa disebut, tapi kalau menyebut MiawAug, mungkin kamu punya pandangan berbeda. MiawAug adalah salah satu pemilih channel gaming Youtube yang selalu punya hal untuk disimak dan menyita perhatian dari para gamers.
Ia menunjukkan banyak game yang ia mainkan secara lengkap baik dari PC maupun gadget dan konsol. Tapi apa yang membedakan channel gaming YouTube yang ia miliki dengan yang lain? Simak nih bedanya!
Bermain game kesukaan
Tahu tren game saat ini itu wajib, tapi kalau bermain gamer berdasarkan tren saja juga nggak asik. Pemilik nama asli Reggy Prabowo ini hanya memainkan games yang memang ia sukai. Jadi jangan heran kalau satu game saja bisa sampai lebih dari 10 part konten di Youtube. Bukan hanya itu, bagi para gamer yang masih bingung atau ragu pun juga bisa belajar dan ikutan tertarik memainkan game yang dimainkan Reggy.
Konsisten
Memulai channel YouTube dengan konten video game tentu bukan sesuatu yang mudah karena bukan tema yang umum, apalagi untuk cewek. Tapi Reggy cukup konsisten dan dari hasil kesabaran dan keuletannya mengunggah 1 video setiap harinya, ia pun semakin banyak dikenal.
Tentunya ini juga jadi kelebihan channel-nya karena membuat para gamer lain bisa mendapat update lebih cepat dari channel MiawAug untuk games yang sedang mereka mainkan.
Sabar
Sifat ini harus dimiliki gamer sekaligus Youtuber karena bukan hanya sulit memecahkan teka-teki maupun tantangan yang ada dalam sebuah game, tapi juga menaikkan pamor di dunia per-Youtube-an. secara perlahan channel YouTube MiawAug pun sukses meraih sorotan besar dari netizen dan kini sudah memiliki 6,2 juta subscribers. Apalagi kuncinya kalau bukan sabar, ya nggak?
Menjawab Rasa Penasaran Para Gamer
Nggak hanya ditonton, Reggy juga mendapat banyak pertanyaan dari netizen dan gamer. Inilah yang kemudian ia manfaatkan untuk mengisi konten Youtube-nya. Tidak hanya berbagai teka-teki yang ada dalam game, MiawAug juga nggak ragu untuk mengungkap spesifikasi komputer yang ia gunakan untuk bermain game, begitu juga dengan gadget.
Menariknya lagi, hampir setiap video game yang ia unggah selalu terselip tips and trick yang pastinya berguna banget buat para gamer. Wah, bermanfaat banget kan?
Tentunya bagi pecinta sepak bola tanah air ataupun seluruh dunia pernah mendengar, bahwa Paulo Dybala merupakan penerus Lionel Messi di timnas Argentina. Perlahan dengan pasti, pemain yang kini menginjak usia 23 tahun itu pun telah membuktikan dirinya sebagai pemain sepak bola profesional terbaik. Meingat penampilan luar biasanya bersama Juventus.
Meski Profil Pemain Bola yang satu ini, merupakan mantan pemain Palermo menjelma sebagai bintang usai bermain dengan sangat gemilang saat berhadapan dengan Barcelona. Saat itu dia diturunkan untuk melawan tim raksasa Spanyol di babak perempat final ajang Liga Champions. Dimana leg pertama, Dybala menyumbangkan dua gol sehingga membuat El Barca harus menguburkan mimpinya sebagai juara gelar bergengsi Eropa tersebut.
Hal yang menarik dalam pokok pembahasan ini adalah berbagai keunikan yang dimiliki oleh Dybala. Tak heran, banyak orang yang memberikan julukan kepadanya, seperti El Pibe de la artinya pemain yang mampu membuat pemain sepak bola lainnya pensiun. Tak hanya itu saja, adapun nama panggilan yang diberikan oleh orang-orang yaitu La Joya.
Dengan adanya saapan La Joya itulah yang menjadi pertanyaan bagi para pecinta sepak bola penjuru dunia. Sebenarnya, nama panggilan tersebut dari seorang wartawan asal Argentina yang bernama Marcos Villalobo. La Joya sendiri diartikan “Sang Permata”. Bahkan, mantan rekan setimnya dulu, yaitu Paul Pogba memberikan julukan untuk Dybala adalah Kotak R2.
Kotak R2 yang dimaksud oleh Pogba sendiri itu merupakan kontroler playstation, dimana pemain akan melakukan sebuah tendangan lob. Jadi itulah Cerita Kehidupan Pemain Bola ini, Dybala yang memiliki beberapa julukan. Tetapi, tidak sampai disini saja kita membahas kehidupan sang pemain karena masih banyak hal yang menarik yang harus kalian ketahui.
Inilah Beberapa Fakta Menarik Paulo Dybala Yang Harus Kalian Ketahui
Lebih memilih Argentina, meski berdarah Polandia dan Italia
Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui, Jika La Joya sempat sulit untuk memutuskan menjadi warga negara. Dimana Dybala memiliki tiga pilihan negara di untuk level internasional yaitu Polandia, Italia dan Argentina. Kakek dari sang pemain merupakan orang Polandia yang meninggalkan negaranya saat terjadi Perang Dunia II, sebelum akhirnya menetap di Argentina.
Penyerang andalan Juventus ini sebenarnya bisa saja diberikan kesempatan untuk membela timnas Italia. Hal itu dikarenakan keluarga sang pemain masih berada di negara ini dari sang ibu. Nenek ibu pemain tersebut berasaldari Da Messa yang terletak di provinsi Naples. Sehingga dirinya mendapatkan kewarganegaraan negeri Pizza tersebut.
Akan tetapi, Gaya Hidup Pemain Bola ini sudah terlihat untuk menjadi warga negara Argentina. Dia merasa bahwa negara yang dipilihnya itu adalah impian yang sejak kecil tumbuh di dalamnya.
Kisah nomor punggung yang dipakai di Juventus
Saat Dybala hengkang dari Palermo ke Juventus, bisanya dia selalu mengenakan jersey bernomor punggung 9. Kala itu, jersey yang diinginkannya sudah dipakai oleh Alvaro Morata sehingga dirinya harus memilih nomor lain. Alhasil sang pemain memilih nomor punggung 21, apalagi nomor tersebut baru dikosongkan oleh Andrea Pirlo yang menjadi legendaris.
Meski sebelumnya, nomor 21 itu sempat dikenakan oleh Zinedine Zidane saat dirinya masih menjadi pemain di Juventus. Sehingga Dybala beranggapan nomor tersebut merupakan sebuah ikon tersendiri untuknya.
Pesepakbola Yang Diidolakannya
Argentina memang dikenal sebagai negara yang melahirkan pemain sepak bola hebat. Tetapi, yang membuat heran adalah idola Dybala sendiri bukan berasal dari negaranya seperti Diego Maradona maupun Lionel Messi. Yang mengejutkan adalah, pemain yang diidolakan oleh Dybala merupakan legenda dari Italia, Andrea Pirlo.
Menyusul V, Jin, Suga, dan anggota BTS lainnya, ada satu lagi member BTS yang mau author bahas, yaitu J-Hope, si Sunshine kesayangan A.R.M.Y. Jung Hoseok (정호석) alias J-Hope, merupakan rapper dan lead dancer BTS. Tapi, J-Hope juga bisa bernyanyi, menulis, dan memproduksi lagu, loh. Kira-kira sudah lebih dari lima puluh lagu BTS yang diciptakan oleh J-Hope. Cowok kelahiran Gwangju ini baru saja merilis mixtape-nya dengan album “Hope World” pada Maret 2018 lalu, menyusul band mates-nya yang sudah terlebih dulu merilis mixtape mereka, yaitu Suga dan RM. Dengan mixtape-nya ini, J-Hope menjadi artis K-Pop solo pertama yang masuk ke Billboard 200 di peringkat 63. Keren banget, ya, uri Hobi? Ingin tahu lebih banyak tentang J-Hope? Yuk, langsung saja disimak sepuluh fakta J-Hope BTS yang sudah author Bacaterus rangkum di bawah ini.
10 Fakta Unik J-Hope BTS
1. Hyung + Eomma BTS
J-Hope lahir di Gwangju, Korea Selatan, pada tanggal 18 Februari 1994. Karenanya, J-Hope termasuk pada hyung line di BTS alias jajaran member tertua. Banyak A.R.M.Y baru yang salah mengira kalau J-Hope ini salah satu maknae, karena kelakuannya yang berisik dan suka melakukan aegyo.
Padahal, J-Hope itu kakak yang bertanggung jawab, loh. Bahkan, dia dijuluki sebagai mama-nya BTS karena dia suka membantu Jin membangunkan para member, membantu memasak di dorm, beres-beres dorm, menemukan barang-barang yang dihilangkan oleh RM, dan masih banyak lagi kelakuan J-Hope yang membuat dia dijuluki mama-nya BTS.
Tapi, itu dulu ketika BTS awal-awal debut. Sekarang, sudah tidak ada lagi yang memanggil J-Hope sebagai eomma karena takut dia tidak suka. Makanya, mari kita panggil J-Hope sebagai Sunshine saja, soalnya keceriaan J-Hope memang secerah mentari.
2. Sudah Nge-dance Sejak Sebelum Debut
Adalah fakta J-Hope BTS kalau dia sudah menari bahkan sejak sebelum debut. Ketika di kotanya dulu, J-Hope sudah dikenal sebagai “Jung Hoseok dari Neuron” dan “Jung Hoseok dari (nama akademi tarinya)”. Neuron adalah nama underground dance team-nya J-Hope. Semasa di Neuron, J-Hope paling suka melakukan boogaloos dan sub genre, yaitu bagian dari popping dance.
V pernah bercerita, ketika dia pindah sekolah ke Korea Arts School, banyak trainee asal daerah lain selain Seoul juga yang bersekolah di sana. Ketika BTS dikonfirmasi debut, teman-teman sekolahnya V bertanya “Kau akan debut dengan Jung Hoseok, yang dari akademi tari Gwangju itu?”, seperti itulah ketenaran J-Hope sejak dulu.
J-Hope sering memenangkan kompetisi tari skala kecil maupun nasional bersama dengan Neuron maupun dengan teman-teman di akademi tarinya. FYI, akademi tari tersebut sangat terkenal di Gwangju. Bahkan, akademi itu sudah mencetak banyak idol papan atas seperti Seungri BIGBANG, Minzy ex-2NE1, Yunho TVXQ, B.A.P Zelo, dan masih banyak lagi.
Menurut teman satu akademinya, di akademi tersebut banyak anak berbakat, tapi J-Hope lebih dari berbakat. Bisa dibilang kalau J-Hope adalah best dancer di akademi. Dari menarilah J-Hope mulai merasa berminat pada musik dan rap.
J-Hope pun melakukan audisi untuk menjadi trainee di JYP Entertainment, tapi dia tidak lolos dan akhirnya audisi di Big Hit Entertainment yang membawa namanya menjadi besar seperti sekarang.
Sebelum debut, J-Hope sempat berkolaborasi dengan Jokwon 2AM dalam lagu “Animal” dan di sana J-Hope nge-rap dan menari. J-Hope pernah bercerita kalau dia mendapatkan bayaran atas kerja kerasnya sendiri untuk pertama kalinya dari kolaborasi tersebut.
3. Makna Nama “J-Hope”
Mungkin kamu bertanya-tanya dari mana asal nama panggung J-Hope (제이홉). Huruf J-nya diambil dari marganya, yaitu Jung. Sedangkan “hope” dipilih karena dia ingin menjadi harapannya BTS dan harapannya ARMY. Makanya, ketika memperkenalkan diri, J-Hope suka mengatakan “I’m your hope, I’m your angel, I’m J-Hope!“. Kabarnya, kalau punya anak nanti, J-Hope ingin menamakan anaknya “Hwimang” yang berarti harapan dan semangat.
Mungkin kamu bertanya-tanya dari mana asal nama panggung J-Hope (제이홉). Huruf J-nya diambil dari marganya, yaitu Jung. Sedangkan “hope” dipilih karena dia ingin menjadi harapannya BTS dan harapannya ARMY. Makanya, ketika memperkenalkan diri, J-Hope suka mengatakan “I’m your hope, I’m your angel, I’m J-Hope!“. Kabarnya, kalau punya anak nanti, J-Hope ingin menamakan anaknya “Hwimang” yang berarti harapan dan semangat.
4. Golden Hyung
Jika Jungkook disebut sebagai Golden Maknae, maka J-Hope adalah Golden Hyung. Sama seperti Jungkook yang serba bisa, J-Hope juga memiliki banyak talenta. Dia rapper dan main dancer BTS, semua orang tahu itu.
Tapi, tahukah kamu kalau J-Hope juga bisa bernyanyi? Walaupun tidak terlalu sering, J-Hope suka menjadi backing vocal para vokalis di BTS, loh. Kalau kalian memperhatikan suara di balik para vokalis, kamu akan mendengar suara J-Hope bernyanyi. J-Hope juga sering ikut andil dalam harmonizing di lagu-lagu BTS. Kalau yang paling jelas, sih, memang ketika BTS mempromosikan lagu “Spring Day” di mana J-Hope bernyanyi di awal verse. Yup, J-Hope bernyanyi! Memang, J-Hope tidak bernyanyi di lagu versi rekaman, tapi ketika mereka promosi di televisi, J-Hope menggantikan posisi RM untuk bernyanyi di awal.
J-Hope disebut sebagai best vocalist di antara rapper BTS lainnya, yaitu Suga dan RM. Tak hanya di lagu Spring Day, ketika fan meeting di Jepang, J-Hope dan Suga menampilkan lagu berjudul Otsukare (お疲れ) di mana mereka berdua bernyanyi. Psst, lagu itu mereka berdua yang buat sendiri, loh!
5. Pernah Diputusin Pacar
Si karismatik J-Hope pernah merasakan pahitnya percintaan juga, loh. Jadi, sewaktu sekolah dulu, J-Hope pernah pacaran. Dia suka dan sayang banget sama pacarnya itu. Tapi, cewek itu malah mutusin J-Hope dan kencan sama cowok lain.
Ketika lagi naik bis mau pulang, J-Hope yang sedih habis diputusin langsung mendengarkan lagu di mp3. Pada saat itu terputar lagu Dynamic Duo yang berjudul “Solo.” Sejak saat itu, lagu tersebut punya arti mendalam untuk J-Hope. Cewek itu sekarang pasti nyesel banget sudah mencampakkan J-Hope, ya? 6. Satu-satunya Member BTS yang Tidak Ditindik
Sudah tidak aneh lagi di kalangan idol untuk menindik telinga mereka. Bahkan, di BTS sendiri semua member-nya memiliki banyak tindikan. Jungkook punya tindikan yang paling banyak, yaitu 8. Lalu, di posisi selanjutnya ada Jimin, Suga, dan V yang punya 5 tindikan. Jin dan RM punya dua tindikan. Sedangkan J-Hope? Tidak ada tindikan sama sekali!
Tapi, J-Hope sama sekali tidak berniat untuk menindik telinganya seperti band mates-nya, tuh. Alasan terkuatnya adalah ayahnya. Ayah J-Hope adalah seorang guru sastra di SMA. Dia takut dimarahi ayahnya kalau menindik telinganya. Tapi, walau sekarang sudah dewasa pun J-Hope tetap tidak menindik telinganya. Anak yang berbakti, ya? Hihi.
7. “Sound Effect”
J-Hope adalah mood maker dan sunshine-nya BTS. Memang, pribadi J-Hope terkenal menyenangkan dan mudah akrab dengan siapa saja. Dia bisa mengubah suasana canggung menjadi seru. Sebenarnya, J-Hope sudah lama melakukan ini, tapi baru-baru ini ARMY sadar akan kelakuan J-Hope yang sangat unik dan tidak pernah ditemukan di idol lainnya, yaitu sound effect.
J-Hope orangnya cerewet banget, kan? Tapi, tidak hanya cerewet berbicara saja, J-Hope suka mengeluarkan suara-suara unik dari mulutnya setiap dia melakukan sesuatu. Misalnya, ketika member BTS sedang memperkenalkan diri, ketika membuka bungkusan makanan, ketika latihan menari, pokoknya J-Hope suka mengeluarkan sound effect yang membuat siapa saja yang mendengar tertawa.
8. Tinashe Fanboy
Sudah dalam beberapa kali kesempatan J-Hope ketahuan menggunakan wallpaper Tinashe di layar komputernya. Tinashe adalah penyanyi, penari, dan penulis lagu asal Amerika Serikat.
Ketika BTS melakukan promosi di Amerika, J-Hope selalu menjawab ingin berkolaborasi dengan Tinashe. Tak hanya J-Hope, Tinashe juga mengatakan kalau dia ingin berkolaborasi dengan BTS terutama J-Hope. Semoga saja mereka segera berkolaborasi, ya! 9. Sprite Lover
Selain Tinashe, ada satu hal lagi yang membuat J-Hope terobsesi. Apa coba? Kali ini bukan orang, loh, melainkan minuman bersoda, Sprite. Setiap ditanya apa makanan favorit di Amerika, bukannya menjawab nama makanan atau restoran, J-Hope selalu menjawab Sprite. Soalnya, di Korea memang tidak ada Sprite, genks, di sana adanya soda lemon merk asli Korea. Makanya, setiap ke Amerika, J-Hope baru bisa minum Sprite. Bang J-Hope, di Indonesia juga ada kali, Sprite, mah! Hihi.
10. Mixtape “Hope World” Memuncaki Tangga Lagu
Suga dan RM sudah pernah merilis mixtape mereka pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Sebenarnya, J-Hope juga pernah mengeluarkan satu lagu mixtape-nya yang berjudul “1 Verse”. Tapi, J-Hope ingin mengeluarkan mixtape dalam bentuk album seperti teman-temannya. Akhirnya, J-Hope pun merampungkan mixtape-nya yang sudah dia kerjakan selama 3 tahun dengan album “Hope World”.
Gaya mixtape J-Hope sangat berbeda dengan Suga dan RM. Mixtape J-Hope lebih energik dan colorful, sesuai dengan kepribadiannya. Lagu utama dalam mixtape-nya, yaitu “Daydream”, serta lagu lainnya yang berjudul “Hope World” dan “Hangsang” memasuki World Digital Songs Chart pada peringkat ke-3, 16, dan 24.
Album mixtape-nya masuk pada posisi nomor 63 di Billboard 200, merupakan peringkat chart tertinggi yang pernah artis K-Pop solo dapatkan, loh. Nama J-Hope diukir dalam Billboard Artist 100 juga sebagai soloist Korea ke-2 setelah PSY. Duh, keren banget, ya?
Beda dari DreadOut, kali ini Pamali membawa konsep yang lebih orisinal. Seperti yang udah disinggung di atas, DreadOut mendapat kritik gara-gara dianggap terlalu mirip dengan Fatal Frame. Kalau kalian merasa masalah dengan orisinalitas, Pamali bisa menjamin kepuasanmu lewat konsep dan premis yang lebih orisinal.
Memang konsep mencari petunjuknya terasa mirip dengan game-game seperti Outlast atau Silent Hill. Namun, StoryTale berhasil bikin Pamali terasa menarik berkat kreativitas dalam penyusunan konsep secara keseluruhan.
Hal paling menarik sekaligus orisinal dari game ini adalah premis pamali dalam harfiah sebenarnya, yaitu pantangan yang berkaitan dengan kepercayaan. Di dalam game, ada banyak benda yang bisa kalian interaksi. Benda-benda tersebut pun berhubungan dengan budaya pamali. Misalnya seperti pantangan mandi larut malam, memindahkan benda yang seharusnya tidak boleh dipindahkan, atau menggunakan benda yang bukan jadi kepemilikan.
Konsep pamali tersebut akan menjadi ‘nilai akhir’ yang akan kalian dapatkan di akhir game. Semakin banyak pantangan yang kalian lakukan, game ini pun akan memberi nilai buruk atau cukup. Berlaku juga sebaliknya, kalian akan mendapat nilai bagus jika berhasil menghindari godaan untuk melakukan pantangan.
Plot Tak Terduga
Satu hal menarik yang bikin Pamali terasa orisinal adalah plot-nya. Di versi demo, game ini hanya menampilkan kisah seorang cowok yang ingin menjual rumah warisan orang tuanya. Namun, di versi full, Pamali datang dengan kejutan lewat plot berupa seorang developer game yang sedang melakukan riset untuk game horor. Jadi, empat versi cerita (Kuntilanak, Tuyul, Leak, dan Pocong) yang diberikan di dalam game adalah riset yang dilakukan oleh sang developer.
Konsep ini sejatinya memang enggak punya pengaruh pada permainan. Akan tetapi, harus diakui bahwa StoryTale berhasil membuat sebuah hal yang sangat kreatif dan berbeda. Salut!
Puluhan Ending dengan Skenario Berbeda
Menariknya Pamali dan konsep pamali-nya enggak selesai hanya di ‘nilai akhir’. Pantangan yang kalian lakukan saat bermain pun akan berpengaruh pada jalan cerita. Hasilnya, kalian akan menemukan ragam ending hingga puluhan skenario.
Skenario ending-nya pun juga dipengaruhi oleh rajin atau tidaknya lo berinteraksi dengan objek yang ada. Kalian hanya diberi ‘nyawa’ sebanyak tiga hari untuk menemukan endinglewat sistem tidur. Kalian bisa menamatkan game dengan hanya tidur saja selama tiga hari. Namun, ending yang akan kalian dapatkan juga ending ‘malas’.
Sebaliknya, semakin rajin kalian berinteraksi, kisahnya dan ketegangannya pun akan makin intens. Begitupun dengan skenario ending-nya. Sebab, game ini memberikan misi yang harus kalian cari sendiri lewat objek-objek yang kalian temukan.
Bukan Buat Penggemar Jump Scare
Harus diakui, StoryTale dengan sangat apik berhasil menyajikan ketegangan yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Semuanya berkat kombinasi visual dengan nuansa suram serta efek suara yang bikin lo merasa enggak betah selama bermain. Sayang, jika kalian berharap mendapat jump scare di game ini, hasilnya udah pasti kecewa.
Pamali sangat minim soal jump scare, terutama dari segi visual. Cuma ada beberapa adegan ngeri yang bisa dilihat secara kasat mata. Itupun baru bisa dinikmati jika kalian ‘rajin’ mengikuti skenario dan misi yang diberikan. Jika bermain ‘malas’, kalian pun hanya akan mendapat kejutan-kejutan kecil yang dijamin bikin kamu bergumam, “Segini aja, nih?”.
Potensi Kejenuhan Akibat Repetisi
Pamali memang membuat kalian tertarik untuk terus memainkannya dengan skenario puluhan ending. Meski begitu, keunggulan ini juga bisa jadi kelemahan yang cukup tampak. Sebab, puluhan ending berarti kalian harus terus memainkan game secara berulang. Hal ini pun berpotensi membuat kalian bosan hingga mengurangi motivasi untuk bermain.
Keasyikan bermain pun juga makin berkurang seiring semakin lama kalian bermain. Misteri yang ada pun makin lama makin terlihat. Begitu juga dengan elemen jump scare yang ikut-ikutan repetitif. ‘Penampakan’ pun selalu muncul di tempat dan waktu yang sama hingga berpengaruh dalam mengurangi ketegangan.
Perlu dicatat, rasa bosan ini muncul jika kalian hanya memainkan satu versi saja (Kuntilanak). Rasa bosan ini pun bisa kalian akali dengan membeli versi lengkap yang termasuk dengan tiga versi cerita (Pocong, Tuyul, Leak).
***
Secara keseluruhan, Pamali adalah game dengan daya pikat tersendiri. Storytale memang belum mampu menciptakan kesempurnaan pada gamenya. Ada banyak aspek yang tampak harus diperbaiki seperti kualitas grafis dan efek suara yang belum begitu mendetail. Namun, studio game asal Bandung ini menunjukkan potensinya sebagai developer menjanjikan lewat Pamali.