9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

1. Uncharted: Drake’s Fortune

Mungkin para pemain Indonesia ketika memainkan game ini akan tertawa dalam sebuah adegan. Adegan itu adalah momen di mana Nathan Drake mencoba berbahasa Indonesia untuk menipu penjaga agar membuka gerbang. Dengan kata-kata: “Sialan lo, cepat buka pintu,” sudah pasti kamu yang melihatnya akan tertawa secara spontan. Selain itu salah satu karakter antagonis game ini bernama Eddy Raja yang dikatakan merupakan bajak laut Indonesia.

2. Tekken Tag Tournament 2

Ini akan sedikit susah untuk dilihat karena game fighting umumnya bergerak sangat cepat dan terus berganti sudut layar. Di salah satu stage, kamu bisa melihat background yang menampilkan Wayang Kulit serta diiringi dengan lagu techno yang dicampur dengan sentuhan gamelan. Melihat pernak-pernik lokasinya, bisa dijamin 90 persen stage itu mengambil setting di Bali.

3. Tom Clancy’s Splinter Cell: Pandora Tomorrow

Diceritakan Sam Fisher harus menangkap, bahkan membasmi sebuah kelompok bernama Darah dan Doa di Timor Timur. Kelompok tersebut dipimpin Suhadi Sadono dan untuk menangkapnya, Fisher harus datang ke Indonesia. Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah Pulau Komodo. Ada pula di pemberitaan-pemberitaan dalam game tersebut menyebutkan nama Indonesia.

4. Metal Gear Solid 4

9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

Mungkin kamu tidak akan mengetahui hal ini jika tidak mengulik informasinya. Salah satu bos di dalam game ini adalah orang asli Indonesia. Nama kodenya adalah Raging Raven yang merupakan keturunan orang Aceh. Dalam situs fandom Metal Gear Solid, diceritakan Raven adalah anak-anak korban peperangan yang mengalami pengalaman sangat traumatis. Demi berdamai dengan dirinya sendiri, Raven harus mengalahkan Snake.

5. Far Cry 3

9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

Far Cry 3 menceritakan kisah seorang Jason Brody yang terjebak di sebuah pulau dan bertemu dengan penduduk asli di sana. Bernama suku Rakyat, dalam satu adegan Brody dipertemukan dengan pemimpinnya yang bernama Citra di sana. Tampak ada pengucapan bahasa Indonesia, namun jika didengar lebih jeli, sepintas bahasa tersebut lebih mengarah ke bahasa Melayu. Jadi perkara Indonesia atau tidaknya, silakan tentukan sendiri.

6. Front Mission 3

9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

Game ini memang diberikan latar lokasi untuk berada di Asia Tenggara. Konfilk-konfliknya berkutat di negara-negara tersebut yang tentu saja Indonesia termasuk dalam bagiannya. Aceh dan Sulawesi adalah tempat yang dijadikan sebagai salah satu stage game tersebut.

7. Mobile Legends

9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

Seharusnya karakter ini sudah kalian ketahui karena ramai dibicarakan dan sangat jelas merupakan karakter Indonesia. Manusia super dari pewayangan Jawa, Gatotkaca, menjadi bagian dari line-up karakter Mobile Character. Ada pula Kadita yang diadaptasi dari karakter Nyi Roro Kidul, sang penguasa ratu pantai selatan. Wow, langsung dua karakter ya.

8. Arena of Valor

9 Game Luar ini Ternyata Memasukkan Unsur Budaya Indonesia Lho!

Jika Mobile Legends mencoba mengambil hati para pemain Indonesia dengan kehadiran Gatotkaca serta Kadita, maka Arena of Valor menghadirkan karakter yang lain, yaitu Wiro Sableng. Tokoh komik dan film tersebut dirilis pada 2018 lalu dan seperti Gatotkaca, tugasnya adalah ujung tombak dan bagian penerjang pertama.

9. Civilization VI

Sesuai nama gamenya, ini adalah game simulasi strategi tentang peradaban umat manusia. Dalam versi downloadable content-nya, Civilization menghadirkan secara khusus peradaban Indonesia di dalam game dengan judul Khmer and Indonesia Civilization & Scenario Pack. Yang menjadi perwakilan Indonesia dalam game ini adalah peradaban dari kerajaan terbesar di pulau Jawa, yaitu Majapahit, yang tentu saja sepenuhnya bisa kamu mainkan.

Repost: https://www.idntimes.com/tech/games/abraham-herdyanto/game-luar-yang-memasukkan-unsur-budaya-indonesia-1/full

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

1. Tidak Berusaha Untuk Menjadi Game Survival-Horor

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Salah satu kritik terbesar terhadap RE 6 berasal dari elemen survival-horror yang ditinggalkan dan digantikan oleh elemen aksi berlebihan yang penuh ledakan. Ini mungkin kontroversial dan membuat RE 6 menjauh dari jati diri franchisenya, namun itu tidak begitu buruk.

Meski bukan permainan yang benar-benar hebat, setidaknya RE 6 berusaha untuk tidak ‘stuck’ di ide yang sama. Terlebih secara keseluruhan, tema baru yang dibawa oleh RE 6 juga dipoles dengan cukup baik dan justru membawanya menjadi salah satu judul paling menarik dari keseluruhan franchise.

2. Ada begitu banyak konten untuk dinikmati

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 datang dengan empat mode campaign berbeda, yang menawarkan banyak cara unik untuk penyelesaiannya. Ini merupakan langkah luar biasa yang pada masa itu, sangat jarang terjadi terutama pada game-game sekuel. Keempat mode campaign tersebut juga di luar mode multiplayer hebat, yang mana memberikan pemain kesempatan untuk masuk ke mode campaign pemain lain sebagai monster.

RE 6 mungkin secara kualitas tidak begitu baik, namun secara kuantitas berada di atas gamelain. Itu patut diapresisasi, terlebih karena mampu memberi pengalaman ekstra yang benar-benar baik.

3. Memasukkan semua filosofi dari judul-judul sebelumnya

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Ketika mengembangkan RE 6, Capcom menegaskan bahwa mereka ingin agar penggemar merasakan pengalaman yang ada di judul-judul RE sebelumnya, secara bersamaan dalam satu paket lengkap. Capcom berhasil melakukan itu dengan membuat RE 6 layaknya sebuah tambalan bagi judul-judul RE sebelumnya. Dengan tema dan filosofi permainan yang disampaikan lewat mekanisme dan konsep yang lebih brilian.

Luar biasanya lagi, itu semua dilakukan tanpa menghilangkan orisinalitas cerita, lokasi dan musuh yang ada. Sekali lagi, RE 6 berhasil membawa perpaduan yang hebat dan menyenangkan.

4. Campaign Jake & Sherry Dengan Kisah Yang Hebat

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Dari keempat mode campaign yang diusung RE 6, mode campaign milik Jake dan Sherry terbilang menjadi yang terbaik, karena benar-benar mendorong kisah franchise untuk maju. Kedua karakter juga menawarkan awal yang baru bagi narasi keseluruhan franchise RE.

Mereka mewakiliki generasi yang baru, protagonis dengan ikatan (yang sebelumnya tidak pernah dilakukan di franchise RE) dan mampu menyampaikan kisah tanpa kehilangan keterkaitan dengan judul-judul sebelumnya. Dengan hadirnya Sherry dan Jake, Capcom memiliki ‘papan tulis kosong’ untuk diisi dengan narasi baru di masa depan.

5. Mekanisme combat yang terasa fantastis

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 memperkenalkan kualitas combat yang lebih besar ketimbang pendahulunya. Itu dibuat dengan lebih intens dan karakter yang pemain mainkan, memiliki karakteristik yang jauh lebih fleksibel. Kini, pemain diberikan kebebasan ekstra untuk bergerak dari satu posisi ke posisi lain, ketika sedang terlibat pertempuran melawan zombie.

Selain itu, pemain juga dibekali dengan skill quickshot yang super keren, serta kemampuan untuk melakukan ‘pukulan mematikan’ sebagai bagian dari serangan melee. Ada banyak momen untuk beraksi dan itu sangat-sangat mengagumkan.

6. Mode Co-op yang menakjubkan

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Mode co-op RE 6 dibangun dengan fokus yang lebih baik dan tidak acak-acakan seperti pendahulunya. Hasilnya, setiap campaign yang dijalankan terasa lebih kuat, dan setiap karakter seakan memiliki alasan untuk tetap bersama dan membangun chemistry untuk itu.

Gameplay-nya sendiri juga dibuat lebih seru untuk dua pemain, dengan adegan pertempuran reguler yang lebih tegang dan lebih banyak monster, serta ketergantungan terhadap dua pemain untuk bekerja sama demi menyelesaikan satu tujuan. Tidak dapat disangkal bahwa mode co-opRE 6 bekerja dengan sangat baik.

7. Monster dan musuh baru yang variatif

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 tidak hanya memperkenalkan monster atau musuh baru yang luar biasa, namun juga tantangan baru yang sebelumnya belum pernah dicapai oleh franchise seru ini. Keberagaman musuh yang ditawarkan terbilang cukup gila, dan tidak hanya terlihat dari model visualnya saja, namun juga dari animasi dan perilaku masing-masing.

Di sepanjang permainan, RE 6 menghantam pemain dengan banyak musuh berbeda di setiap level. Ini mungkin berakhir sebagai masalah kuantitas ketimbang kualitas pada akhirnya, namun itu benar-benar memberikan variasi, yang membuat pertempuran jadi tetap menarik.

Repost: https://www.idntimes.com/tech/games/arifgunawan/kelebihan-resident-evil-6-terbaru/full