7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

1. Tidak Berusaha Untuk Menjadi Game Survival-Horor

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Salah satu kritik terbesar terhadap RE 6 berasal dari elemen survival-horror yang ditinggalkan dan digantikan oleh elemen aksi berlebihan yang penuh ledakan. Ini mungkin kontroversial dan membuat RE 6 menjauh dari jati diri franchisenya, namun itu tidak begitu buruk.

Meski bukan permainan yang benar-benar hebat, setidaknya RE 6 berusaha untuk tidak ‘stuck’ di ide yang sama. Terlebih secara keseluruhan, tema baru yang dibawa oleh RE 6 juga dipoles dengan cukup baik dan justru membawanya menjadi salah satu judul paling menarik dari keseluruhan franchise.

2. Ada begitu banyak konten untuk dinikmati

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 datang dengan empat mode campaign berbeda, yang menawarkan banyak cara unik untuk penyelesaiannya. Ini merupakan langkah luar biasa yang pada masa itu, sangat jarang terjadi terutama pada game-game sekuel. Keempat mode campaign tersebut juga di luar mode multiplayer hebat, yang mana memberikan pemain kesempatan untuk masuk ke mode campaign pemain lain sebagai monster.

RE 6 mungkin secara kualitas tidak begitu baik, namun secara kuantitas berada di atas gamelain. Itu patut diapresisasi, terlebih karena mampu memberi pengalaman ekstra yang benar-benar baik.

3. Memasukkan semua filosofi dari judul-judul sebelumnya

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Ketika mengembangkan RE 6, Capcom menegaskan bahwa mereka ingin agar penggemar merasakan pengalaman yang ada di judul-judul RE sebelumnya, secara bersamaan dalam satu paket lengkap. Capcom berhasil melakukan itu dengan membuat RE 6 layaknya sebuah tambalan bagi judul-judul RE sebelumnya. Dengan tema dan filosofi permainan yang disampaikan lewat mekanisme dan konsep yang lebih brilian.

Luar biasanya lagi, itu semua dilakukan tanpa menghilangkan orisinalitas cerita, lokasi dan musuh yang ada. Sekali lagi, RE 6 berhasil membawa perpaduan yang hebat dan menyenangkan.

4. Campaign Jake & Sherry Dengan Kisah Yang Hebat

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Dari keempat mode campaign yang diusung RE 6, mode campaign milik Jake dan Sherry terbilang menjadi yang terbaik, karena benar-benar mendorong kisah franchise untuk maju. Kedua karakter juga menawarkan awal yang baru bagi narasi keseluruhan franchise RE.

Mereka mewakiliki generasi yang baru, protagonis dengan ikatan (yang sebelumnya tidak pernah dilakukan di franchise RE) dan mampu menyampaikan kisah tanpa kehilangan keterkaitan dengan judul-judul sebelumnya. Dengan hadirnya Sherry dan Jake, Capcom memiliki ‘papan tulis kosong’ untuk diisi dengan narasi baru di masa depan.

5. Mekanisme combat yang terasa fantastis

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 memperkenalkan kualitas combat yang lebih besar ketimbang pendahulunya. Itu dibuat dengan lebih intens dan karakter yang pemain mainkan, memiliki karakteristik yang jauh lebih fleksibel. Kini, pemain diberikan kebebasan ekstra untuk bergerak dari satu posisi ke posisi lain, ketika sedang terlibat pertempuran melawan zombie.

Selain itu, pemain juga dibekali dengan skill quickshot yang super keren, serta kemampuan untuk melakukan ‘pukulan mematikan’ sebagai bagian dari serangan melee. Ada banyak momen untuk beraksi dan itu sangat-sangat mengagumkan.

6. Mode Co-op yang menakjubkan

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

Mode co-op RE 6 dibangun dengan fokus yang lebih baik dan tidak acak-acakan seperti pendahulunya. Hasilnya, setiap campaign yang dijalankan terasa lebih kuat, dan setiap karakter seakan memiliki alasan untuk tetap bersama dan membangun chemistry untuk itu.

Gameplay-nya sendiri juga dibuat lebih seru untuk dua pemain, dengan adegan pertempuran reguler yang lebih tegang dan lebih banyak monster, serta ketergantungan terhadap dua pemain untuk bekerja sama demi menyelesaikan satu tujuan. Tidak dapat disangkal bahwa mode co-opRE 6 bekerja dengan sangat baik.

7. Monster dan musuh baru yang variatif

7 Alasan Mengapa Resident Evil 6 Tidak Seburuk yang Dikira Para Gamer

RE 6 tidak hanya memperkenalkan monster atau musuh baru yang luar biasa, namun juga tantangan baru yang sebelumnya belum pernah dicapai oleh franchise seru ini. Keberagaman musuh yang ditawarkan terbilang cukup gila, dan tidak hanya terlihat dari model visualnya saja, namun juga dari animasi dan perilaku masing-masing.

Di sepanjang permainan, RE 6 menghantam pemain dengan banyak musuh berbeda di setiap level. Ini mungkin berakhir sebagai masalah kuantitas ketimbang kualitas pada akhirnya, namun itu benar-benar memberikan variasi, yang membuat pertempuran jadi tetap menarik.

Repost: https://www.idntimes.com/tech/games/arifgunawan/kelebihan-resident-evil-6-terbaru/full

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

featuredxx.jpg

PUBG MobileFeel PUBG Dalam Genggaman

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Kalau ditanya seberapa mirip game mobile-nya ini dengan PUBG versi PC, bisa dibilang mungkin sekitar 70% mirip. Jadi kalau kamu sudah main versi PC-nya, kamu bisa cepat beradaptasi. Secara konten, bisa dibilang hampir semuanya sama persis dengan PUBG PC; mulai dari map, kendaraan, senjata, semuanya sama persis. Bedanya hanyalah PUBG Mobile ini hanya memiliki map Erangel beserta senjata juga kendaraan yang ada di dalamnya. Jadi belum ada senjata seperti Shotgun double barrel ataupun kendaraan-kendaraan khas map Miramar.

Lalu bagaimana dengan grafis? Mungkin bisa dibilang PUBG Mobile merupakan versi grafis downgrade dari yang versi PC-nya. Tim redaksi DG sendiri mencoba memainkan PUBG Mobile pada settingan terendah, memang sih grafisnya jadi jelek mulai dari tekstur game yang jadi tak terasa nyata, sampai pohon yang jadi terlihat seperti karton dari kejauhan.

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Walau begitu untuk setingkat game mobilesetting low PUBG Mobile masih cukup bisa diterima lah. Kalau ditanya apa kelebihan dari segi grafis milik PUBG Mobile, mungkin animasinya. Jadi semisal kamu sedang hip-fire atau sedang membidik tanpa bidikan khusus, lalu pindah ke aim-down sightatau membidik lewat bidikan khusus (Red-Dot Sight, Scope 4x, dan sebagainya), ada animasi yang membuat PUBG Mobile ini terasa lebih nyata.

Selain itu animasi kendaraan juga terasa lebih riil di sini. Kendaraan bergerak lebih luwes entah itu mobil ataupun motor. Sayang tim Redaksi DG sendiri belum berkesempatan untuk bermain dekat sungai dan mencoba kapal.

Gameplay PUBG, Tapi Sedikit Lebih Nyantai

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Kalau kamu mungkin belum tahu, PUBG versi PC bisa dibilang merupakan game yang sangat hardcore dan sangat tidak ramah bagi pemulaPUBG Mobile sendiri bisa dibilang sedikit berbeda. Meski masih mengusung gameplay yang sama seperti PUBG PC, tapi di sini kamu mendapat lebih banyak bantuan visual di dalam permainan. Sebagai contoh, arah tembakan yang diberi tahu di dalam map, lalu kalau kamu juga bisa tahu arah tembakan jika kamu kena tembak, kamu bisa tahu benda apa yang cocok untuk kamu loot lewat bantuan visual, barang drop musuh yang dibunuh pun juga diberi bantuan visual supaya terlihat.

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Jadi mungkin bisa dibilang PUBG Mobile ini versi sedikit lebih mudah dari PUBG versi PC. Selain itu mekanisme recoil senjata juga kurang lebih mirip dan juga jalur peluru yang akan turun seiring jarak tembakan yang semakin jauh juga masih sama di dalam PUBG Mobile ini. Yang membedakan di sini mungkin hanyalah jendela yang tak berkaca di PUBG Mobile. Jadi kamu bisa bebas keluar masuk bangunan tanpa harus khawatir dengan suara pecahan kaca.

Sehubungan dengan mekanisme permainan, segi efek suara juga jadi elemen penting dari game battle royale; dan bisa dibilang PUBG Mobile berhasil menyajikan efek suara yang baik, meski lagi-lagi, tentu tak sepenuhnya sempurna seperti yang versi PC. Paling tidak kamu bisa tahu arah asal tembakan atau suara kendaraan dengan jelas; apakah itu dari kiri, kanan, atau depan kamu. Kekurangan dari segi suara yang mungkin kamu temukan di sini akan berasal dari suara langkah di PUBG Mobile yang kadang terkesan terlalu ribut, apalagi kalau kamu mengulang-ulang gerakan.

Gyroscope Aim, Fitur Terbaik untuk Sebuah Game ShooterMobile!

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Sudah banyak yang pengembang game mobile merilis game FPS ataupun TPS di mobile tapi tak satu pun dari pengembang tersebut membuat sistem kontrol yang nyaman. Kebanyakan sistem kontrol yang ada belakangan adalah kontrol analog di sisi kiri, lalu kamu bisa swipe layar untuk arahkan bidikan karakter kamu, lalu ada tombol untuk menembak musuh.

Kontrol tersebut mungkin yang paling ‘benar’ sejauh ini untuk mobile, tapi benar belum tentu yang terbaik. Nah, bagaimana kalau kamu bisa membidik musuh dengan cara menggerakkan smartphonemilikmu? Hal inilah yang mungkin bisa dibilang sebagai terbosan terbaik dari developer Lightspeed & Quantum di PUBG Mobile. Mereka menerapkan fitur yang dinamakan Gyroscope Aim!

[REVIEW] PUBG Mobile, Game Battle Royale Mobile Terbaik Saat Ini!

Fitur ini memanfaatkan sensor gyroscope yang ada di smartphone. Sensor ini biasa dimanfaatkan untuk fitur seperti VR ataupun video 360. Jadi ketika nonton video 360, kehadiran gyroscopemembuat kamu bisa melihat ke kiri dan ke kanan di dalam video tersebut hanya dengan menggerakan HP.

Jadi bagaimana Gyroscope Aim bekerja di PUBG Mobile? Kurang lebih sama. Seperti disebutkan di awal, kamu cukup menggerakkan HP kamu ke kiri, kanan, atas, atau bawah, maka bidikan di karakter kamu di HP akan mengikuti. Fitur ini bisa kamu aktifkan dengan dua cara: satu, gyroscope aim akan aktif secara keseluruhan, alias menyala terus, termasuk ketika kamu sedang dalam mode TPS; kedua, gyroscope aim hanya aktif ketika kamu sedang scope saja.

Repost: https://duniagames.co.id/news/6919-review%20pubg%20mobile

Gamer Sekaligus Youtuber MiawAug, Beda Dari yang Lain

008653100_1544764921-gamer-sekaligus-youtuber-miawaug-beda-dari-yang-lain.jpg

Jika bicara tentang Youtuber, banyak banget yang bisa disebut, tapi kalau menyebut MiawAug, mungkin kamu punya pandangan berbeda. MiawAug adalah salah satu pemilih channel gaming Youtube yang selalu punya hal untuk disimak dan menyita perhatian dari para gamers.

Ia menunjukkan banyak game yang ia mainkan secara lengkap baik dari PC maupun gadget dan konsol. Tapi apa yang membedakan channel gaming YouTube yang ia miliki dengan yang lain? Simak nih bedanya!

Bermain game kesukaan
Tahu tren game saat ini itu wajib, tapi kalau bermain gamer berdasarkan tren saja juga nggak asik. Pemilik nama asli Reggy Prabowo ini hanya memainkan games yang memang ia sukai. Jadi jangan heran kalau satu game saja bisa sampai lebih dari 10 part konten di Youtube. Bukan hanya itu, bagi para gamer yang masih bingung atau ragu pun juga bisa belajar dan ikutan tertarik memainkan game yang dimainkan Reggy.

074731900_1544764954-miawaug-gamer-youtube-yang-nggak-butuh-dbf608.jpg

Konsisten
Memulai channel YouTube dengan konten video game tentu bukan sesuatu yang mudah karena bukan tema yang umum, apalagi untuk cewek. Tapi Reggy cukup konsisten dan dari hasil kesabaran dan keuletannya mengunggah 1 video setiap harinya, ia pun semakin banyak dikenal.

Tentunya ini juga jadi kelebihan channel-nya karena membuat para gamer lain bisa mendapat update lebih cepat dari channel MiawAug untuk games yang sedang mereka mainkan.

Sabar
Sifat ini harus dimiliki gamer sekaligus Youtuber karena bukan hanya sulit memecahkan teka-teki maupun tantangan yang ada dalam sebuah game, tapi juga menaikkan pamor di dunia per-Youtube-an. secara perlahan channel YouTube MiawAug pun sukses meraih sorotan besar dari netizen dan kini sudah memiliki 6,2 juta subscribers. Apalagi kuncinya kalau bukan sabar, ya nggak?

072833700_1544764955-2-miawaug-reggy-prabowo-instagram-com-miawaug

Menjawab Rasa Penasaran Para Gamer
Nggak hanya ditonton, Reggy juga mendapat banyak pertanyaan dari netizen dan gamer. Inilah yang kemudian ia manfaatkan untuk mengisi konten Youtube-nya. Tidak hanya berbagai teka-teki yang ada dalam game, MiawAug juga nggak ragu untuk mengungkap spesifikasi komputer yang ia gunakan untuk bermain game, begitu juga dengan gadget.

Menariknya lagi, hampir setiap video game yang ia unggah selalu terselip tips and trick yang pastinya berguna banget buat para gamer. Wah, bermanfaat banget kan?

Repost: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3813291/gamer-sekaligus-youtuber-miawaug-beda-dari-yang-lain

Ketahuilah Fakta Menarik Dari Paulo Dybala

1563896386_077191_1563896928_noticia_normal_recorte1

Tentunya bagi pecinta sepak bola tanah air ataupun seluruh dunia pernah mendengar, bahwa Paulo Dybala merupakan penerus Lionel Messi di timnas Argentina. Perlahan dengan pasti, pemain yang kini menginjak usia 23 tahun itu pun telah membuktikan dirinya sebagai pemain sepak bola profesional terbaik. Meingat penampilan luar biasanya bersama Juventus.

Meski Profil Pemain Bola yang satu ini, merupakan mantan pemain Palermo menjelma sebagai bintang usai bermain dengan sangat gemilang saat berhadapan dengan Barcelona. Saat itu dia diturunkan untuk melawan tim raksasa Spanyol di babak perempat final ajang Liga Champions. Dimana leg pertama, Dybala menyumbangkan dua gol sehingga membuat El Barca harus menguburkan mimpinya sebagai juara gelar bergengsi Eropa tersebut.

Hal yang menarik dalam pokok pembahasan ini adalah berbagai keunikan yang dimiliki oleh Dybala. Tak heran, banyak orang yang memberikan julukan kepadanya, seperti El Pibe de la artinya pemain yang mampu membuat pemain sepak bola lainnya pensiun. Tak hanya itu saja, adapun nama panggilan yang diberikan oleh orang-orang yaitu La Joya.

Dengan adanya saapan La Joya itulah yang menjadi pertanyaan bagi para pecinta sepak bola penjuru dunia. Sebenarnya, nama panggilan tersebut dari seorang wartawan asal Argentina yang bernama Marcos Villalobo. La Joya sendiri diartikan “Sang Permata”. Bahkan, mantan rekan setimnya dulu, yaitu Paul Pogba memberikan julukan untuk Dybala adalah Kotak R2.

Kotak R2 yang dimaksud oleh Pogba sendiri itu merupakan kontroler playstation, dimana pemain akan melakukan sebuah tendangan lob. Jadi itulah Cerita Kehidupan Pemain Bola ini, Dybala yang memiliki beberapa julukan. Tetapi, tidak sampai disini saja kita membahas kehidupan sang pemain karena masih banyak hal yang menarik yang harus kalian ketahui.

dybala2407

Inilah Beberapa Fakta Menarik Paulo Dybala Yang Harus Kalian Ketahui

  • Lebih memilih Argentina, meski berdarah Polandia dan Italia

Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui, Jika La Joya sempat sulit untuk memutuskan menjadi warga negara. Dimana Dybala memiliki tiga pilihan negara di untuk level internasional yaitu Polandia, Italia dan Argentina. Kakek dari sang pemain merupakan orang Polandia yang meninggalkan negaranya saat terjadi Perang Dunia II, sebelum akhirnya menetap di Argentina.

Penyerang andalan Juventus ini sebenarnya bisa saja diberikan kesempatan untuk membela timnas Italia. Hal itu dikarenakan keluarga sang pemain masih berada di negara ini dari sang ibu. Nenek ibu pemain tersebut berasaldari Da Messa yang terletak di provinsi Naples. Sehingga dirinya mendapatkan kewarganegaraan negeri Pizza tersebut.

Akan tetapi, Gaya Hidup Pemain Bola ini sudah terlihat untuk menjadi warga negara Argentina. Dia merasa bahwa negara yang dipilihnya itu adalah impian yang sejak kecil tumbuh di dalamnya.

  • Kisah nomor punggung yang dipakai di Juventus

Saat Dybala hengkang dari Palermo ke Juventus, bisanya dia selalu mengenakan jersey bernomor punggung 9. Kala itu, jersey yang diinginkannya sudah dipakai oleh Alvaro Morata sehingga dirinya harus memilih nomor lain. Alhasil sang pemain memilih nomor punggung 21, apalagi nomor tersebut baru dikosongkan oleh Andrea Pirlo yang menjadi legendaris.

Meski sebelumnya, nomor 21 itu sempat dikenakan oleh Zinedine Zidane saat dirinya masih menjadi pemain di Juventus. Sehingga Dybala beranggapan nomor tersebut merupakan sebuah ikon tersendiri untuknya.

  • Pesepakbola Yang Diidolakannya

Argentina memang dikenal sebagai negara yang melahirkan pemain sepak bola hebat. Tetapi, yang membuat heran adalah idola Dybala sendiri bukan berasal dari negaranya seperti Diego Maradona maupun Lionel Messi. Yang mengejutkan adalah, pemain yang diidolakan oleh Dybala merupakan legenda dari Italia, Andrea Pirlo.

Repost: http://forum.detik.com/ketahuilah-fakta-menarik-dari-paulo-dybala-t2019385.html

10 Fakta J-Hope BTS, Dance King & Sunshine Kesayangan A.R.M.Y

Menyusul V, Jin, Suga, dan anggota BTS lainnya, ada satu lagi member BTS yang mau author bahas, yaitu J-Hope, si Sunshine kesayangan A.R.M.Y. Jung Hoseok (정호석) alias J-Hope, merupakan rapper dan lead dancer BTS. Tapi, J-Hope juga bisa bernyanyi, menulis, dan memproduksi lagu, loh. Kira-kira sudah lebih dari lima puluh lagu BTS yang diciptakan oleh J-Hope. Cowok kelahiran Gwangju ini baru saja merilis mixtape-nya dengan album “Hope World” pada Maret 2018 lalu, menyusul band mates-nya yang sudah terlebih dulu merilis mixtape mereka, yaitu Suga dan RM. Dengan mixtape-nya ini, J-Hope menjadi artis K-Pop solo pertama yang masuk ke Billboard 200 di peringkat 63. Keren banget, ya, uri Hobi? Ingin tahu lebih banyak tentang J-Hope? Yuk, langsung saja disimak sepuluh fakta J-Hope BTS yang sudah author Bacaterus rangkum di bawah ini.

10 Fakta Unik J-Hope BTS

1. Hyung + Eomma BTS

8477612945876474b3b5ef8ab807e366.jpg
J-Hope lahir di Gwangju, Korea Selatan, pada tanggal 18 Februari 1994. Karenanya, J-Hope termasuk pada hyung line di BTS alias jajaran member tertua. Banyak A.R.M.Y baru yang salah mengira kalau J-Hope ini salah satu maknae, karena kelakuannya yang berisik dan suka melakukan aegyo.

Padahal, J-Hope itu kakak yang bertanggung jawab, loh. Bahkan, dia dijuluki sebagai mama-nya BTS karena dia suka membantu Jin membangunkan para member, membantu memasak di dorm, beres-beres dorm, menemukan barang-barang yang dihilangkan oleh RM, dan masih banyak lagi kelakuan J-Hope yang membuat dia dijuluki mama-nya BTS.

Tapi, itu dulu ketika BTS awal-awal debut. Sekarang, sudah tidak ada lagi yang memanggil J-Hope sebagai eomma karena takut dia tidak suka. Makanya, mari kita panggil J-Hope sebagai Sunshine saja, soalnya keceriaan J-Hope memang secerah mentari.

2. Sudah Nge-dance Sejak Sebelum Debut

Adalah fakta J-Hope BTS kalau dia sudah menari bahkan sejak sebelum debut. Ketika di kotanya dulu, J-Hope sudah dikenal sebagai “Jung Hoseok dari Neuron” dan “Jung Hoseok dari (nama akademi tarinya)”. Neuron adalah nama underground dance team-nya J-Hope. Semasa di Neuron, J-Hope paling suka melakukan boogaloos dan sub genre, yaitu bagian dari popping dance.

V pernah bercerita, ketika dia pindah sekolah ke Korea Arts School, banyak trainee asal daerah lain selain Seoul juga yang bersekolah di sana. Ketika BTS dikonfirmasi debut, teman-teman sekolahnya V bertanya “Kau akan debut dengan Jung Hoseok, yang dari akademi tari Gwangju itu?”, seperti itulah ketenaran J-Hope sejak dulu.

J-Hope sering memenangkan kompetisi tari skala kecil maupun nasional bersama dengan Neuron maupun dengan teman-teman di akademi tarinya. FYI, akademi tari tersebut sangat terkenal di Gwangju. Bahkan, akademi itu sudah mencetak banyak idol papan atas seperti Seungri BIGBANG, Minzy ex-2NE1, Yunho TVXQ, B.A.P Zelo, dan masih banyak lagi.

Menurut teman satu akademinya, di akademi tersebut banyak anak berbakat, tapi J-Hope lebih dari berbakat. Bisa dibilang kalau J-Hope adalah best dancer di akademi. Dari menarilah J-Hope mulai merasa berminat pada musik dan rap.

J-Hope pun melakukan audisi untuk menjadi trainee di JYP Entertainment, tapi dia tidak lolos dan akhirnya audisi di Big Hit Entertainment yang membawa namanya menjadi besar seperti sekarang.

Sebelum debut, J-Hope sempat berkolaborasi dengan Jokwon 2AM dalam lagu “Animal” dan di sana J-Hope nge-rap dan menari. J-Hope pernah bercerita kalau dia mendapatkan bayaran atas kerja kerasnya sendiri untuk pertama kalinya dari kolaborasi tersebut.

3. Makna Nama “J-Hope”

d3f17ec7a352f29a7256e3f73f17e548

Mungkin kamu bertanya-tanya dari mana asal nama panggung J-Hope (제이홉). Huruf J-nya diambil dari marganya, yaitu Jung. Sedangkan “hope” dipilih karena dia ingin menjadi harapannya BTS dan harapannya ARMY. Makanya, ketika memperkenalkan diri, J-Hope suka mengatakan “I’m your hope, I’m your angel, I’m J-Hope!“. Kabarnya, kalau punya anak nanti, J-Hope ingin menamakan anaknya “Hwimang” yang berarti harapan dan semangat.

Mungkin kamu bertanya-tanya dari mana asal nama panggung J-Hope (제이홉). Huruf J-nya diambil dari marganya, yaitu Jung. Sedangkan “hope” dipilih karena dia ingin menjadi harapannya BTS dan harapannya ARMY. Makanya, ketika memperkenalkan diri, J-Hope suka mengatakan “I’m your hope, I’m your angel, I’m J-Hope!“. Kabarnya, kalau punya anak nanti, J-Hope ingin menamakan anaknya “Hwimang” yang berarti harapan dan semangat.

4. Golden Hyung

4899f9d314225eb315bfff78289fe79c.jpg

Jika Jungkook disebut sebagai Golden Maknae, maka J-Hope adalah Golden Hyung. Sama seperti Jungkook yang serba bisa, J-Hope juga memiliki banyak talenta. Dia rapper dan main dancer BTS, semua orang tahu itu.

Tapi, tahukah kamu kalau J-Hope juga bisa bernyanyi? Walaupun tidak terlalu sering, J-Hope suka menjadi backing vocal para vokalis di BTS, loh. Kalau kalian memperhatikan suara di balik para vokalis, kamu akan mendengar suara J-Hope bernyanyi. J-Hope juga sering ikut andil dalam harmonizing di lagu-lagu BTS. Kalau yang paling jelas, sih, memang ketika BTS mempromosikan lagu “Spring Day” di mana J-Hope bernyanyi di awal verse. Yup, J-Hope bernyanyi! Memang, J-Hope tidak bernyanyi di lagu versi rekaman, tapi ketika mereka promosi di televisi, J-Hope menggantikan posisi RM untuk bernyanyi di awal.

J-Hope disebut sebagai best vocalist di antara rapper BTS lainnya, yaitu Suga dan RM. Tak hanya di lagu Spring Day, ketika fan meeting di Jepang, J-Hope dan Suga menampilkan lagu berjudul Otsukare (お疲れ) di mana mereka berdua bernyanyi. Psst, lagu itu mereka berdua yang buat sendiri, loh!

5. Pernah Diputusin Pacar

8742bcdcb800ac91e6b75b0123772574.jpg

Si karismatik J-Hope pernah merasakan pahitnya percintaan juga, loh. Jadi, sewaktu sekolah dulu, J-Hope pernah pacaran. Dia suka dan sayang banget sama pacarnya itu. Tapi, cewek itu malah mutusin J-Hope dan kencan sama cowok lain.

Ketika lagi naik bis mau pulang, J-Hope yang sedih habis diputusin langsung mendengarkan lagu di mp3. Pada saat itu terputar lagu Dynamic Duo yang berjudul “Solo.” Sejak saat itu, lagu tersebut punya arti mendalam untuk J-Hope. Cewek itu sekarang pasti nyesel banget sudah mencampakkan J-Hope, ya?
6. Satu-satunya Member BTS yang Tidak Ditindik

5de44c84fc5da67b4e30e23216768903.jpg

Sudah tidak aneh lagi di kalangan idol untuk menindik telinga mereka. Bahkan, di BTS sendiri semua member-nya memiliki banyak tindikan. Jungkook punya tindikan yang paling banyak, yaitu 8. Lalu, di posisi selanjutnya ada Jimin, Suga, dan V yang punya 5 tindikan. Jin dan RM punya dua tindikan. Sedangkan J-Hope? Tidak ada tindikan sama sekali!

Tapi, J-Hope sama sekali tidak berniat untuk menindik telinganya seperti band mates-nya, tuh. Alasan terkuatnya adalah ayahnya. Ayah J-Hope adalah seorang guru sastra di SMA. Dia takut dimarahi ayahnya kalau menindik telinganya. Tapi, walau sekarang sudah dewasa pun J-Hope tetap tidak menindik telinganya. Anak yang berbakti, ya? Hihi.

7. “Sound Effect” 

J-Hope adalah mood maker dan sunshine-nya BTS. Memang, pribadi J-Hope terkenal menyenangkan dan mudah akrab dengan siapa saja. Dia bisa mengubah suasana canggung menjadi seru. Sebenarnya, J-Hope sudah lama melakukan ini, tapi baru-baru ini ARMY sadar akan kelakuan J-Hope yang sangat unik dan tidak pernah ditemukan di idol lainnya, yaitu sound effect.

J-Hope orangnya cerewet banget, kan? Tapi, tidak hanya cerewet berbicara saja, J-Hope suka mengeluarkan suara-suara unik dari mulutnya setiap dia melakukan sesuatu. Misalnya, ketika member BTS sedang memperkenalkan diri, ketika membuka bungkusan makanan, ketika latihan menari, pokoknya J-Hope suka mengeluarkan sound effect yang membuat siapa saja yang mendengar tertawa.

8. Tinashe Fanboy

487bc488620ef65b63a692ba1eb64b53.jpg

Sudah dalam beberapa kali kesempatan J-Hope ketahuan menggunakan wallpaper Tinashe di layar komputernya. Tinashe adalah penyanyi, penari, dan penulis lagu asal Amerika Serikat.

Ketika BTS melakukan promosi di Amerika, J-Hope selalu menjawab ingin berkolaborasi dengan Tinashe. Tak hanya J-Hope, Tinashe juga mengatakan kalau dia ingin berkolaborasi dengan BTS terutama J-Hope. Semoga saja mereka segera berkolaborasi, ya!
9. Sprite Lover

46e5a36272b630991982352471a6b21c.jpg

Selain Tinashe, ada satu hal lagi yang membuat J-Hope terobsesi. Apa coba? Kali ini bukan orang, loh, melainkan minuman bersoda, Sprite. Setiap ditanya apa makanan favorit di Amerika, bukannya menjawab nama makanan atau restoran, J-Hope selalu menjawab Sprite. Soalnya, di Korea memang tidak ada Sprite, genks, di sana adanya soda lemon merk asli Korea. Makanya, setiap ke Amerika, J-Hope baru bisa minum Sprite. Bang J-Hope, di Indonesia juga ada kali, Sprite, mah! Hihi.

10. Mixtape “Hope World” Memuncaki Tangga Lagu

c38cc7465c64f3da12e4d8a17c5aeba8.jpg

Suga dan RM sudah pernah merilis mixtape mereka pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Sebenarnya, J-Hope juga pernah mengeluarkan satu lagu mixtape-nya yang berjudul “1 Verse”. Tapi, J-Hope ingin mengeluarkan mixtape dalam bentuk album seperti teman-temannya. Akhirnya, J-Hope pun merampungkan mixtape-nya yang sudah dia kerjakan selama 3 tahun dengan album “Hope World”.

Gaya mixtape J-Hope sangat berbeda dengan Suga dan RM. Mixtape J-Hope lebih energik dan colorful, sesuai dengan kepribadiannya. Lagu utama dalam mixtape-nya, yaitu “Daydream”, serta lagu lainnya yang berjudul “Hope World” dan “Hangsang” memasuki World Digital Songs Chart pada peringkat ke-3, 16, dan 24.

Album mixtape-nya masuk pada posisi nomor 63 di Billboard 200, merupakan peringkat chart tertinggi yang pernah artis K-Pop solo dapatkan, loh. Nama J-Hope diukir dalam Billboard Artist 100 juga sebagai soloist Korea ke-2 setelah PSY. Duh, keren banget, ya?

Repost: https://bacaterus.com/fakta-j-hope-bts/

(REVIEW) Pamali

Konsep “Pamali” yang Orisinal dan Kreatif

5.jpg

Beda dari DreadOut, kali ini Pamali membawa konsep yang lebih orisinal. Seperti yang udah disinggung di atas, DreadOut mendapat kritik gara-gara dianggap terlalu mirip dengan Fatal Frame. Kalau kalian merasa masalah dengan orisinalitas, Pamali bisa menjamin kepuasanmu lewat konsep dan premis yang lebih orisinal.

Memang konsep mencari petunjuknya terasa mirip dengan game-game seperti Outlast atau Silent Hill. Namun, StoryTale berhasil bikin Pamali terasa menarik berkat kreativitas dalam penyusunan konsep secara keseluruhan.

Hal paling menarik sekaligus orisinal dari game ini adalah premis pamali dalam harfiah sebenarnya, yaitu pantangan yang berkaitan dengan kepercayaan. Di dalam game, ada banyak benda yang bisa kalian interaksi. Benda-benda tersebut pun berhubungan dengan budaya pamali. Misalnya seperti pantangan mandi larut malam, memindahkan benda yang seharusnya tidak boleh dipindahkan, atau menggunakan benda yang bukan jadi kepemilikan.

Konsep pamali tersebut akan menjadi ‘nilai akhir’ yang akan kalian dapatkan di akhir game. Semakin banyak pantangan yang kalian lakukan, game ini pun akan memberi nilai buruk atau cukup. Berlaku juga sebaliknya, kalian akan mendapat nilai bagus jika berhasil menghindari godaan untuk melakukan pantangan.

Plot Tak Terduga

7

Satu hal menarik yang bikin Pamali terasa orisinal adalah plot-nya. Di versi demo, game ini hanya menampilkan kisah seorang cowok yang ingin menjual rumah warisan orang tuanya. Namun, di versi fullPamali datang dengan kejutan lewat plot berupa seorang developer game yang sedang melakukan riset untuk game horor. Jadi, empat versi cerita (Kuntilanak, Tuyul, Leak, dan Pocong) yang diberikan di dalam game adalah riset yang dilakukan oleh sang developer.

Konsep ini sejatinya memang enggak punya pengaruh pada permainan. Akan tetapi, harus diakui bahwa StoryTale berhasil membuat sebuah hal yang sangat kreatif dan berbeda. Salut!

Puluhan Ending dengan Skenario Berbeda

4

Menariknya Pamali dan konsep pamali-nya enggak selesai hanya di ‘nilai akhir’. Pantangan yang kalian lakukan saat bermain pun akan berpengaruh pada jalan cerita. Hasilnya, kalian akan menemukan ragam ending hingga puluhan skenario.

Skenario ending-nya pun juga dipengaruhi oleh rajin atau tidaknya lo berinteraksi dengan objek yang ada. Kalian hanya diberi ‘nyawa’ sebanyak tiga hari untuk menemukan endinglewat sistem tidur. Kalian bisa menamatkan game dengan hanya tidur saja selama tiga hari. Namun, ending yang akan kalian dapatkan juga ending ‘malas’.

Sebaliknya, semakin rajin kalian berinteraksi, kisahnya dan ketegangannya pun akan makin intens. Begitupun dengan skenario ending-nya. Sebab, game ini memberikan misi yang harus kalian cari sendiri lewat objek-objek yang kalian temukan.

Bukan Buat Penggemar Jump Scare

2.jpg

Harus diakui, StoryTale dengan sangat apik berhasil menyajikan ketegangan yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Semuanya berkat kombinasi visual dengan nuansa suram serta efek suara yang bikin lo merasa enggak betah selama bermain. Sayang, jika kalian berharap mendapat jump scare di game ini, hasilnya udah pasti kecewa.

Pamali sangat minim soal jump scare, terutama dari segi visual. Cuma ada beberapa adegan ngeri yang bisa dilihat secara kasat mata. Itupun baru bisa dinikmati jika kalian ‘rajin’ mengikuti skenario dan misi yang diberikan. Jika bermain ‘malas’, kalian pun hanya akan mendapat kejutan-kejutan kecil yang dijamin bikin kamu bergumam, “Segini aja, nih?”.

Potensi Kejenuhan Akibat Repetisi

6

Pamali memang membuat kalian tertarik untuk terus memainkannya dengan skenario puluhan ending. Meski begitu, keunggulan ini juga bisa jadi kelemahan yang cukup tampak. Sebab, puluhan ending berarti kalian harus terus memainkan game secara berulang. Hal ini pun berpotensi membuat kalian bosan hingga mengurangi motivasi untuk bermain.

Keasyikan bermain pun juga makin berkurang seiring semakin lama kalian bermain. Misteri yang ada pun makin lama makin terlihat. Begitu juga dengan elemen jump scare yang ikut-ikutan repetitif. ‘Penampakan’ pun selalu muncul di tempat dan waktu yang sama hingga berpengaruh dalam mengurangi ketegangan.

Perlu dicatat, rasa bosan ini muncul jika kalian hanya memainkan satu versi saja (Kuntilanak). Rasa bosan ini pun bisa kalian akali dengan membeli versi lengkap yang termasuk dengan tiga versi cerita (Pocong, Tuyul, Leak).

***

Secara keseluruhan, Pamali adalah game dengan daya pikat tersendiri. Storytale memang belum mampu menciptakan kesempurnaan pada gamenya. Ada banyak aspek yang tampak harus diperbaiki seperti kualitas grafis dan efek suara yang belum begitu mendetail. Namun, studio game asal Bandung ini menunjukkan potensinya sebagai developer menjanjikan lewat Pamali.

Repost: https://www.kincir.com/game/pc-game/review-pamali

Telusuri Ngerinya Kegelapan di Yomawari: Night Alone

Anak kecil pasti takut kegelapan. Tapi jika orang yang kamu sayang menghilang di dalam kegelapan, mau kah kamu mencarinya?

685eb991755c0f118bad479215a397fe735941b9.jpg

Setelah sukses di Jepang, NIS America berencana akan merilis game survival-horror mereka berjudul Yomawari: Night Alone. Meskipun merupakan game horror, penggambaran karakternya sendiri tergolong imut. Meskipun nantinya kamu akan menemui mahkluk-mahkluk halus yang bentuknya cukup mengerikan, hehe.. Diceritakan kamu adalah seorang gadis muda yang sedang berjalan-jalan dengan anjingnya bernama Poro. Namun pada saat menjelang sore hari, sebuah tradegi kecelakaan terjadi dan memaksa gadis itu berlari ke rumah tanpa membawa Poro. Ia sangat takut, dan merasa kehilangan Poro. Malam harinya, kakak perempuan gadis itu berencana mencari Poro dan menyuruh gadis itu untuk tetap tinggal di rumah. Waktu berlalu begitu cepat, membuat gadis itu tak sabar. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari kakak dan anjingnya yang hilang tersebut. Petualangan menyusuri kegelapan di Yomawari: Night Alone pun berlangsung.

yomawari_ss_05

Pada malam hari, keadaan dunia di Yomawari: Night Alone ini berubah drastis. Ketika sang protagonis utama keluar rumah, dia menyadari bahwa ada hal yang berbeda di kota tempat ia tinggal. Kegelapan membuat kota yang ia tinggali menjadi asing, dan dia merasa bahwa ia sendirian di kota itu. Hanya ada arwah gentayangan yang mengikuti perjalanannya. Kamu nantinya akan menjalankan gadis itu saat permainan di mulai. Kamu harus selamat dari kejaran para arwah gentayangan yang mengejarmu. Namun bukan itu tujuan utamamu di Yomawari: Night Alone ini. Hilangnya kakak perempuan sang gadis dan anjingnya tersebut juga akan meninggalkan jejak-jejak yang bisa menjadi klu untuk menemukan mereka. Dan kamu harus mencari semua klu tersebut.

yomawari_ss_02.jpg

Dalam permainannya, nuansa lingkungan di Yomawari: Night Alone ini memang gelap gulita. Sang gadis akan membawa senter penerang sepanjang permainan, hal ini akan cukup membantumu untuk mencari jalan atau klu. Kamu juga akan menemukan berbagai item yang berguna selama permainan. Item-item tersebut akan tersebar di sepanjang jalan, berbentuk seperti bintang bersinar. Salah satu item yang bisa kamu temukan adalah “scoop” (sekop), yang bisa kamu gunakan untuk menggali tumpukan tanah yang berisi item lainnya. Selain kamu bisa menyusuri kota, nantinya kamu juga bisa memasuki gedung-gedung yang tak ditinggali manusia. Selain itu, para arwah yang sebelumnya hanya mengikutimu, lama-lama mereka akan menunjukan diri dan siap menyerangmu. Kamu bisa selamat dari berbagai arwah gentayangan dengan berlari menghindari mereka, bersembunyi, atau menipu mereka. Jika kamu tertangkap mereka, maka kamu akan secara otomatis kembali ke rumah dengan semua item yang sudah kamu kumpulkan. Menarik bukan? Yomawari: Night Alone akan segera dirilis pada akhir tahun 2016 ini di Amerika Utara untuk PlayStation Vita.

Repost : https://www.duniaku.net/2016/02/23/preview-horror-yomawari-night-alone/

Review : Dynasty Warriors 9

6-1494498306829.jpg

Dynasty Warriors menjadi salah satu serial yang paling dikenal oleh gamer Indonesia yang mengenal game ini dari masa PS2 hingga sekarang rilis di PS4. Setelah sukses menghadirkan berbagai perkembangan gameplay terbaru sejak serial ke-7nya, kali ini Koei Tecmo kembali menghadirkan perubahan revolusioner dalam Dynasty Warriors 9 dengan menghadirkan Three Kingdom yang dibawakan dalam konsep open world.

Walau demikian, apakah dengan memiliki konsep open world akan berarti game ini merupakan serial terbaik dibanding Dynasty Warriors lainnya?

Bawakan konsep Open World dengan tetap menjaga karakteristik serial Dynasty Warriors

214903.mp4_snapshot_04.04_[2018.02.19_18.00.0.jpg

Berbeda dari game-game sebelumnya, kali ini Dynasty Warriors 9 membawakan dunia Three Kingdoms dengan konsep open world. Walau demikian, karakteristik hack-and-slash yang dimiliki oleh serial tersebut tidak semata-mata hilang, namun digantikan dengan dunia masif yang memiliki berbagai Key Mission dan Link Mission untuk diselesaikan. Dengan menyelesaikan Linked Mission tersebut, maka tingkat kesulitan untuk menyelesaikan Key Mission akan semakin mengecil dan kemungkinan untuk memenangkan perang akan lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.

214906.mp4_snapshot_02.37_[2018.02.19_18.02.0.jpg

Agar mengurangi kesan button mash yang dimiliki game-game sebelumnya, Dynasty Warriors 9 memperkenalkan sistem battle terbaru yang diberi nama State Combo System, dimana tombol R1 akan memberikan trigger-trigger tertentu yang akan merubah combo yang dimiliki masing-masing karakter. Tombol Segitiga akan melempar musuh ke udara, tombol Kotak akan menyerang musuh dengan stun, tombol X akan menjatuhkan musuh, dan Bulat akan menyerang musuh dengan serangan special.

maxresdefault.jpg

214901.mp4_snapshot_04.53_[2018.02.19_18.03.2.jpg

Tak hanya bertarung, dalam Dynasty Warriors 9 juga memiliki life skill dimana masing-masing karakter dapat berburu binatang, memancing, dan melakukan crafting item dan senjata untuk memperkuat persenjataan.

214900.mp4_snapshot_00.38_[2018.02.19_18.03.3.jpg

Gambarkan China dengan akurat dan grafis yang menawan

214904.mp4_snapshot_06.09_[2018.02.19_18.00.1.jpg

Dalam game dengan konsep Open World, tentu grafis menjadi poin yang perlu diperhatikan. Grafis dalam Dynasty Warriors 9 membawakan daratan China dalam grafis yang menawan, dengan pergantian hari dan cuaca yang tampak sangat real dan indah. Tak hanya itu, masing-masing karakter dari berbagai faksi digambarkan sesuai dengan karakteristik masing-masing. Seperti misal Cao Cao yang digambarkan sebagai karakter dengan kharisma dan pride yang tinggi, dan karakter-karakter lainnya yang juga dihadirkan dengan indah.

214905.mp4_snapshot_19.51_[2018.02.19_18.01.4.jpg

maxresdefault (1).jpg

Story yang mengisahkan perjuangan setiap kubu dalam menyatukan China

214908.mp4_snapshot_07.12_[2018.02.19_18.01.0.jpg

Kali ini, Dynasty Warriors 9 dengan sukses membawakan alur cerita yang menegangkan jika dibandingkan dengan game-game sebelumnya. Tim Koei Tecmo sukses membawakan drama perebutan kekuasaan dan wilayah China dengan sangat baik dalam Dynasty Warriors 9 karena membawakan konflik dari berbagai macam sudut pandang. Ketika menyelesaikan Key Mission, maka cerita akan berlanjut hingga akhir dari era tersebut yang dilihat dari sudut pandang karakter tertentu.

214909.mp4_snapshot_06.44_[2018.02.19_18.01.0.jpg

Dengan sebuah gerakan revolusioner yang merubah beberapa gameplay Dynasty Warriors yang sudah dikenal oleh orang banyak dan menambah berbagai fitur yang membuat gameplay menjadi semakin menegangkan dan memiliki storyline yang sangat kuat. Walau demikian, perubahan-perubahan besar juga membuat beberapa poin menjadi kurang khususnya dunia open world yang terasa sangat kosong dan tidak adanya fitur multiplayer.

214912.mp4_snapshot_09.02_[2018.02.19_17.57.5.jpg

214910.mp4_snapshot_10.32_[2018.02.19_17.58.4.jpg

Kesimpulan Review: Dynasty Warriors 9

  • (+) KELEBIHAN
  • Kualitas grafis yang fantastis
  • State Combo System membuat battle lebih seru
  • Kualitas cerita yang dramatis
  • (-) KEKURANGAN
  • Open World yang terasa kosong
  • Framerate Drop yang sangat terasa
  • Kontrol kamera kurang baik

Repost : https://www.kotakgame.com/review/detail_review/3508/2951/Dynasty-Warriors-9/0/3/

 

[Review] Final Fantasy XV

review-final-fantasy-xv-1.jpg

Rilisnya PlayStation 4 bisa dibilang menghadirkan angin unik ke industri game karena game yang awalnya diumumkan untuk PS3 tetapi kemudian tidak rilis-rilis, tiba-tiba menjadi kenyataan di PS4. Beberapa contohnya adalah The Last GuardianNioh, dan bahkan hingga Final Fantasy VII Remake yang sudah diminta oleh banyak fans. Tetapi game yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang kemungkinan besar adalah “Final Fantasy XV, yang sebelumnya dikenal sebagai Final Fantasy Versus XIIIyang pertama kali diumumkan pada tahun 2006.

Bagaimana tidak ditunggu oleh banyak orang. Sejak pertama kali diumumkan, orang-orang sudah tidak sabar untuk mengendalikan Noctis dan kawan-kawan yang menjelajahi dunia Final Fantasy baru. Sayangnya, game ini lama menghilang tanpa memberikan informasi baru. Tetapi semuanya berubah ketika PlayStation 4 diumumkan. Sutradara untuk game ini juga berganti dari Tetsuya Nomura menjadi Hajime Tabata yang terkenal menangani Final Fantasy Type-0.

Petualangan Bersama Teman

review-final-fantasy-xv-4-700x394.jpg

Final Fantasy XV menceritakan tentang pangeran Noctis yang harus pergi ke Altissia untuk menikah dengan Lunafreya. Tentunya Noctis tidak pergi sendirian, dia ditemani oleh pengawal yang sudah menemaninya sejak lama, karena itu mereka terlihat sangat akrab. Di tengah perjalanan, mereka mendengar berita bahwa Insomnia, tempat mereka berasal, diserang oleh Niflheim Empire yang sebelumnya membentuk perjanjian damai. Niflheim ingin mencuri kristal di Insomnia yang memiliki kekuatan yang besar. Karena itu, Noctis dan kawan-kawannya pun mulai mencari cara untuk menghentikan Niflheim Empire.

review-final-fantasy-xv-2-700x394.jpg

Dari segi cerita, Final Fantasy XV memang menghadirkan cerita yang tidak terlalu unik dan masih khas ala RPG pada umumnya. Tetapi yang membuat Final Fantasy XV adalah kisah petualangan Noctis dan kawan-kawannya. Kisah petualangan Final Fantasy lainnya terasa lebih seperti petualangan menakjubkan bersama rekan party melawan pasukan jahat yang besar. Sedangkan kisah petualangan Noctis bersama kawan-kawannya lebih terasa seperti petualangan jalan-jalan bersama teman kalian. Interaksi mereka akan membuat kalian ingat dengan bagaimana kalian menghabiskan waktu bersama teman-teman kalian.

Sistem Pertarungan yang Sederhana

Selain cerita, hal yang disukai fans dari seri Final Fantasy adalah sistem pertarungannya yang penuh strategi. Final Fantasy XV menghadirkan sistem pertarungan yang sangat berbeda dengan game-game utama Final Fantasy lainnya. Final Fantasy XV adalah action RPG dengan sistem pertarungan yang berorientasi ke aksi, seperti game RPG buatan Amerika atau Eropa.

Kalian bisa menyerang dan menghindar dengan mudah, masing-masing menggunakan tombol yang berbeda. Ketika menghindar dan melakukan warp shift, MP akan berkurang. Tetapi kalian tidak perlu khawatir karena MP hanya untuk digunakan kedua hal itu saja. Magic dalam game ini berupa item yang bisa kalian equip. Cara kerjanya mirip dengan granat.

review-final-fantasy-xv-6-700x394.jpg

Sistem pertarungannya memang sangat mudah dimengerti dan Square Enix pun menawarkan Wait Mode untuk kalian yang tidak terlalu jago bermain game tipe action RPG. Tetapi sayangnya hal ini juga memberi kekurangan: kalian bisa bertarung tanpa strategi. Hanya dengan menyerang dan menghindar saja kalian bisa memenangkan pertarungan. Untuk musuh yang jauh lebih kuat pun, asal kalian sabar dan jago menghindar, kalian pasti bisa mengalahkannya. Hal lain yang cukup mengecewakan lagi adalah tidak bisa mengendalikan anggota party. Kalian hanya bisa memberi perintah saja untuk aksi khusus. Kalau AI party pintar sih tidak masalah, sayangnya kualitas AI game ini kurang mumpuni.

Ada dua hal yang cukup mengesalkan saya dari AI-nya. Hal pertama adalah ketika karakter kalian sekarat, anggota party akan mendekati kalian untuk melakukan revive. Sayangnya, kadang mereka bertindak bodoh. Contohnya adalah Ignis berada di posisi sebelah kalian, tetapi dia tidak melakukan revive, malah menyuruh Prompto yang posisinya lebih jauh untuk melakukan revive. Hal kedua adalah aksi Prompto yang kurang pintar. Dia bertarung menggunakan pistol dan memiliki HP yang paling rendah, tetapi entah kenapa dia lebih sering maju ke kerumunan musuh, bukannya menyerang dari jauh.

review-final-fantasy-xv-8-700x394

Tidak hanya itu, gerakan kamera pada saat bertarung juga kadang mengganggu. Posisi kamera sering kali berada di balik pohon membuat kalian tidak bisa melihat apa-apa. Belum lagi ketika kalian melakukan lock-on ke musuh yang besar. Hal ini akan membuat posisi kamera jadi berada di dekat Noctis atau dari posisi yang sangat tinggi, sehingga membuat pertarungan sulit dilihat. Sering kali saya bertarung tanpa melakukan lock-on karena gerakan kameranya tidak beres.

review-final-fantasy-xv-5-700x394.jpg

Proses Pengerjaan yang Terburu-buru

Dulu, Final Fantasy XIII diprotes karena game-nya terlalu linear dan bagian gameplay yang bebas baru ada di bagian akhir. Final Fantasy XV tidak seperti itu karena menghadirkan dunia open-world yang sangat berbeda dengan game-game Final Fantasy sebelumnya. Sayangnya, dunianya tidak benar-benar bisa dijelajahi dengan bebas. Sering kali kalian bertemu dengan tembok tidak terlihat yang membatasi jalan kalian dan juga danau yang tidak bisa kalian lewati sehingga harus memutar. Hal lainnya yang cukup membuat kesal adalah mobil Regalia yang hanya bisa jalan di jalur yang ditentukan saja, tidak bisa dikendalikan secara bebas.

review-final-fantasy-xv-7-700x394.jpg

Tetapi yang paling terasa dari game ini adalah proses pengerjaan game-nya yang buru-buru demi mengejar deadline jadwal rilis. Wilayah yang bisa kalian jelajahi dengan bebas hanyalah wilayah Lucis saja. Di sana pun hanya terdapat satu kota besar saja yaitu Lestallum, sisanya hanya berupa outpost kecil tempat istirahat dan isi bensin. Memang ada kota lain yaitu Altissia, tetapi kota tersebut “berdiri sendiri” dan tidak ada wilayah sekitar yang bisa kalian jelajahi.

Proses pengerjaan yang terburu-buru semakin terasa apabila kalian melanjutkan ceritanya. Setelah kalian melewati area Lucis yang open-world, kalian akan berada di stage yang linear hingga tamat. Jadi bisa dibilang game ini adalah kebalikan dari Final Fantasy XIII, dunia yang bebas di awal lalu menuju ke dunia yang linear di bagian akhir.

Salah satu bagian yang paling dikritik banyak orang adalah chapter 13. Saya tidak akan membahas tentang cerita di chapter ini, tetapi memang chapter ini membuat kesal. Entah kenapa tiba-tiba gameplayberubah total dan terasa menjadi sangat pelan. Selain itu, di chapter ini juga terjadi banyak hal tanpa penjelasan. Saking banyaknya kritik, Square Enix sampai akan membuat patch untuk memperbaiki chapter ini.

Menurut rumor yang beredar, Square Enix memaksa tim yang mengerjakan Final Fantasy XV untuk bisa merilis game-nya sebelum 2016 berakhir. Karena itu, banyak konten yang harus dipotong atau bahkan dibuang dari game-nya. Sayangnya, hal ini sangat mempengaruhi produk akhirnya. Belum lagi ini adalah game Final Fantasy pertama yang open-world, jadi resource yang ada difokuskan untuk pembuatan dunianya yang cukup luas, sedangkan sisanya terasa kurang terpoles.

Verdict: Bro/10

Apakah penantian 10 tahun untuk Final Fantasy XV terbayar? Bagi saya pribadi, berbagai kekurangan yang ada di game ini dan juga dunia yang open-world membuat petualangan di Final Fantasy XV terasa kurang epic. Apalagi jika dibandingkan dengan kenangan kalian memainkan game-game Final Fantasyklasik yang membuat nama Squaresoft (sekarang Square Enix) sangat terkenal.

review-final-fantasy-xv-3-700x394.jpg

Tetapi selama bermain Final Fantasy XV, perasaan yang dirasakan bukanlah semangat untuk menyelamatkan dunia. Yang saya rasakan asyiknya menghabiskan waktu bersama teman, baik itu ketika melawan monster, ketika naik mobil bersama menuju tujuan, bahkan hingga sesi foto bersama teman. Jadi kalau suka menghabiskan waktu bersama teman-teman kalian, Final Fantasy XV pasti akan kalian nikmati.

Repost : http://jurnalotaku.com/2016/12/14/review-final-fantasy-xv/

Review The Walking Dead – Survival Instinct: Game Zombie Terburuk Sejauh Ini!

Walking-Dead-Survival-Instinct-2

Menciptakan sebuah game survival horror memang bukan pekerjaan yang mudah. Berbeda dengan sebagian besar game action yang memungkinkan Anda untuk menghancurkan apapun secara membabi buta, genre ini juga dituntut untuk memuat elemen yang akan membuat gamer terus ketakutan dan waspada. Tidak hanya menyerang dan bertahan, lari juga terkadang menjadi jalan keluar terbaik, apalagi ketika Anda harus berhadapan dengan jumlah yang masif. Dari semua konsep utama yang diusung, zombie memang menjadi salah satu yang paling populer. Mayat yang hanya didorong kebutuhan untuk memangsa siapapun yang bertahan hidup ini memang menjadi salah satu ancaman yang paling sering dihadirkan di industri game, termasuk di game terbaru dari Activision yang satu ini.

Sebagian besar pencinta film seri dari Barat tentu tidak asing lagi dengan nama Walking Dead. Film drama bertema zombie apocalypse ini memang menjadi salah satu film seri paling populer yang paling dinanti. Lahir dari komik, versi video game – Walking Dead yang dirilis secara episodik oleh Telltale juga mengusung kualitas yang hampir serupa. Membawa konflik dan intrik hubungan antar para manusia yang bertahan hidup dalam dunia yang sudah hancur berantakan, Walking Dead versi Telltale diakui sebagai salah satu game yang berhasil meluncurkan ending terbaik yang menggugah emosi banyak gamer. Dengan kesuksesan ketiga media ini, tidak mengherankan jika ekspektaasi terhadap versi yang lebih action – The Walking Dead: Survival Instinct begitu besar. Penantian yang akhirnya harus berakhir pada kekecewaan.

Plot

Walking-Dead-Survival-Instinct-61.jpg
Anda akan berperan sebagai sang Daryl Dixon yang ikonik.

Hampir semua gamer yang sempat mengikuti film seri The Walking Dead tentu saja mengidolakan dan memimpikan peran sebagai seorang Daryl Dixon. Berbeda dengan sebagian karakter lain yang terlibat dalam drama dan mendayu, Daryl merepresentasikan karakter badass yang tidak segan untuk menempuh resiko untuk bertahan hidup. Kesempatan untuk memerankan sosok yang satu ini akhirnya muncul di seri game teranyar yang dirilis oleh Terminal Reality dan Activision yang satu ini.

Anda akan beraksi dalam timeline sebelum event di Walking Dead season pertama. Sebagai pembuka, Anda akan berperan sebagai ayah Dixon yang diceritakan tengah berburu bersama dengan teman-temannya. Tutorial singkat ini memberikan sedikit gambaran tentang horror yang Anda temukan. Tewas dalam serangan Walker, Anda pun akan mengambil alih peran sebagai Daryl Dixon dalam usahanya untuk melarikan diri ke Atlanta. Perjalanan panjang pun dimulai. Lari dari para kejaran Walker yang berbahaya, Dixon juga harus mencari berbagai bahan kebutuhan untuk bertahan hidup selama pelariannya, dari makanan hingga bahan bakar untuk mobil. Petualangan penuh mimpi buruk pun dimulai.

Walking-Dead-Survival-Instinct-4.jpg
Adegan dimulai dengan tewasnya sang ayah di tangan para Walker, yang juga menjadi latar belakang dari perjalanan Daryl Dixon ke Atlanta.
Walking-Dead-Survival-Instinct-20.jpg
Di sepanjang perjalanan, Dixon juga harus mengumpulkan resource yang cukup untuk bertahan hidup, dari makanan hingga bahan bakar.
Walking-Dead-Survival-Instinct-25.jpg
Can you survive?

Mampukah Daryl Dixon dan sang adik – Merle Dixon mencapai tempat tujuannya ini? Tantangan seperti apa yang harus mereka hadapi? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan The Walking Dead: Survival Instinct ini.

Potensi yang Tidak Tergali

Walking-Dead-Survival-Instinct-53
Konsep game survival horror dari kacamata orang pertama memang bukan hal baru di industri game. Valve membuktikan potensinya lewat Left 4 Dead. Sesuatu yang gagal dilakukan oleh The Walking Dead: Survival Instinct ini.
Walking-Dead-Survival-Instinct-31
Anda memang akan dibekali dengan beragam senjata, dari melee hingga jarak jauh. Senjata rifle seperti ini tentu saja efektif untuk menetralisir setiap ancaman yang ada. Namun suara yang ia hasilkan dan terbatasnya peluru membuatnya tidak menjadi pilihan.
Walking-Dead-Survival-Instinct-12
Untuk apa Anda bergantung dengan senjata api, jika Anda bisa menyelesaikan game ini dengan hanya menggunakan senjata melee. Seriously…

Sebagai sebuah game action, Daryl akan dibekali dengan berbagi macam perlengkapan untuk bertahan hidup dari ancaman Walker yang ada. Dibekali dengan senjata yang diwariskan oleh sang ayah, Daryl akan langsung dibekali dengan sebuah sniper rifle untuk menghancurkan para Walker dari jarak jauh. Namun ingat, seperti layaknya di film, peluru untuk senapan selalu menjadi benda berharga yang tidak bisa Anda habiskan begitu saja. Untungnya, Anda akan dibekali dengan beberapa senjata melee yang cukup untuk menghabisi setiap ancaman yang ada.

Terlepas dari beragam senjata yang dapat Anda gunakan, percaya atau tidak, Anda bisa menghabisi 90 persen dari zombie yang ada dengan hanya menggunakan senjata melee yang ada. Berhasil mengendap-ngendap dari belakang, Anda dimungkinan untuk memicu stealth kill yang akan menghabisi setiap zombie dengan hanya satu kali serangan. Anda juga bisa memukul setiap zombie yang berusaha menyerang secara frontal dan kemudian melemparkan beberapa serangan di kepala untuk melumpukan setiap dari mereka. Sebagian besar aspek gameplay setelahnya hanyalah berkisar tentang usaha untuk mencari item penyembuh (yang anehnya, berbentuk minuman berenergi), serta mencari bahan bakar untuk memungkinkan Daryl bergerak menuju area selanjutnya.

Walking-Dead-Survival-Instinct-18
Eksplorasi dan pemberhentian yang Anda lakukan memang seringkali dilakukan hanya untuk mencari resource, dari item penyembuh, bahan bakar, hingga senjata ekstra.
Walking-Dead-Survival-Instinct-43.jpg
Potensi keunikan muncul dari sistem companion yang disuntikkan ke Survival Instinct. Mereka yang berhasil selamat dan ikut dengan perjalanan Anda ini dapat ditugaskan untuk mencari berbagai sumber daya yang dibutuhkan, tentu saja dengan bekal senjata tertentu. Sayang seribu sayang, tidak ada keterikatan emosional dan latar belakang cerita yang kuat dari sistem ini. Hasilnya? Mereka tak ubahnya NPC belaka.

Terminal Reality sebenarnya menyuntikkan mekanisme yang pontesial untuk menjadikan Survival Instinct sebagai salah satu game FPS survival horror terbaik di pasaran. Selain kebebasan untuk menentukan rute serta beberapa alternatif tempat yang bisa disinggahi untuk mencari resource yang terbatas atau sekedar senjata yang lebih kuat, The Walking Dead: Survival Instinct ini juga menawarkan mekanisme companion. Untuk setiap orang yang berhasil Anda selamatkan sepanjang perjalanan, Anda bisa meminta mereka untuk mengumpulkan berbagai resource dan membekalinya dengan senjata. Kondisi kursi mobil yang terbatas mungkin akan memaksa Anda untuk “membuang” beberapa survivor. Sang developer sebenarnya punya kesempatan untuk menjadikan mekanisme ini sebagai sesuatu yang dramatis, mengingat keterkaitannya dengan kesempatan bertahan hidup. Namun companion hanyalah companion, dengan latar belakang cerita lemah dan tanpa keterkaitan emosional sama sekali dengan Daryl. Kedangkalan ini memososikan mereka sebagai NPC, tidak lebih.

Walking-Dead-Survival-Instinct-21
Desainnya sendiri cukup dapat ditoleransi, walaupun tidak terasa istimewa. Parahnya lagi, seiring dengan progress permainan yang ada, Anda akan menemukan pengulangan tempat yang kentara.

Bagaimana dengan desain lingkungan dan visualisasinya sendiri? Walaupun tidak sampai pada batas istimewa, namun kualitas visualisasi, detail, dan desain lingkungan masih dapat ditoleransi. Walaupun demikian, sejauh dengan progress Anda bermain, Anda akan mulai menyadari bahwa Thermal Reality sebenarnya hanya menyediakan desain setting yang benar-benar terbatas, kemudian menyulapnya menjadi beberapa area lewat sedikit modifikasi. Dibandingkan dengan Aliens: Colonial Marines yang dirilis bulan lalu dan kekecewaan yang menerpa setelah melihat kualitas visualisasi yang ia tawarkan, The Walking Dead: Survival Instinct ini masih dalam batas yang bisa diterima, setidaknya cukup untuk membuat Anda nyaman menikmati waktu gameplaynya yang singkat. Salah satu kelemahan visualisasi yang perlu dicatat? Bahwa tanpa alasan yang jelas, Terminal Reality memutuskan untuk membubuhkan efek “keringat mengucur” yang akan muncul di layar setiap kali Daryl berlari. Pemandangan yang cukup untuk membuat Anda muak sembari berteriak, “WHAT THE…”.

Zombie Dengan AI Terburuk yang Pernah Ada

Zombie dan usaha untuk bertahan hidup dari gempuran kuantitasnya yang masif, di atas kertas, The Walking Dead: Survival Instinct seharusnya punya formula paling efektif untuk menarik perhatian gamer pencinta game action dan horror, apalagi dengan nama Walking Dead yang ia usung. Namun sayangnya, ada begitu banyak hal yang tidak bisa dimaksimalkan darinya. Salah satu yang paling disayangkan? Tentu saja AI yang diusung di dalamnya.

Anda yang sempat memainkan Left 4 Dead ataupun Resident Evil tentu saja memiliki sedikit gambaran bagaimana sebuah AI zombie seharusnya ditawarkan, terlepas dari animasi gerak utama yang diusungnya, baik sekedar berjalan atau berlari. Terminal Reality selama proses pengembangan Survival Instinct memang sudah menggembar-gemborkan hal ini. Para walker diklaim akan dapat mencium bau Daryl dan bergerak bersamaan untuk mengejarnya begitu posisinya terlalu dekat. Namun hasilnya? Ketika Anda menjajalnya pertama kali, Anda akan langsung memahami bahwa ada yang salah dengan AI yang diusung di dalamnya. Anda bisa dengan mudah mengendap di belakang mereka. Tidak hanya itu saja, memicu sebuah keributan dalam jarak tidak lebih dari dua meter, tidak sedikit zombie yang masa bodoh dengan melakukan apapun “pekerjaan” yang tengah mereka lakukan.

Walking-Dead-Survival-Instinct-13
Gua di sini! Gua di sini! Lihat gua! Lihat gua!
Walking-Dead-Survival-Instinct-29.jpg
Anda justru akan semakin diuntungkan dengan semakin banyaknya zombie yang mengejar Anda. Zombie ini akan memicu QTE yang memungkinkan Anda untuk membunuh setiap dari mereka secara instan.

Fakta bahwa Anda bisa menyelesaikan game ini dengan hanya mengandalkan senjata melee seperti palu, pisau, dan kapak untuk menyelesaikan game ini juga menjadi bukti yang paling nyata. Setiap zombie yang Anda temui dan hadapi secara frontal tak ubahnya sebuah ragdoll yang tidak “bernyawa”. Begitu Anda memukul mundur zombie ini, mereka akan terus mengalami stun. Anda hanya tinggal melempar kombo serangan ke kepala setidaknya tiga kali untuk melumpukan setiap dari mereka. Bagaimana jika Anda berhadapan dengan lusinan zombie sekaligus? Percaya atau tidak, ini justru akan menjadi skenario yang ingin Anda inginkan. Semakin masif zombie yang ada, semakin besar juga kemungkinan Anda untuk terlibat dalam QTE mudah yang memungkinkan Anda untuk membunuh setiap dari mereka dengan cepat. Seperti layaknya antrian dokter umum di rumah sakit, setiap zombie ini akan menunggu giliran QTE “dengan sabar”, hingga Anda menghabisi semuanya. Konyol.

Walking-Dead-Survival-Instinct-35
Melompat ke tempat yang sedikit lebih tinggi, dan Anda langsung berada di tempat paling aman di dunia Survival Instinct ini.

Merasa terancam dan butuh untuk memulihkan sedikit nyawa? Anda hanya tinggal lari ke tempat yang lebih tinggi. Tidak perlu setting atap rumah atau mobil truk gandeng raksasa, Anda dapat dengan mudah melindungi diri di atas atap mobil sedang yang notebene rendah. Secara menakjubkan, para zombie ini tidak akan bisa menyusul Anda. Mereka tidak memiliki opsi yang memungkinkan pengejaran ke atas tempat yang lebih tinggi daripada tanah. Hasilnya? Profit! Anda bisa menghabisi zombie-zombie ini secara aman, atau sekedar mengumpulkan mereka dan kemudian berlari dengan cepat untuk membuat mereka kehilangan Anda dan tidak lagi mengejar. Anda juga bisa melempar botol ataupun flare untuk mengalihkan perhatian zombie yang belum melihat Anda sebelumnya.

Walking-Dead-Survival-Instinct-33.jpg
Bertahan hidup? Anda seperti sedang jalan-jalan.

Tidak perlu diragukan lagi, dari semua AI zombie yang pernah meluncur di game survival-horror, The Walking Dead: Survival Instinct menawarkan yang terburuk dari yang terburuk. Anda tidak sedang berusaha bertahan hidup, Anda tak ubahnya sedang tamasya menikmati dunia yang hancur dari kacamata Daryl. Tidak ada ketegangan, tidak ada ancaman yang memaksa Anda untuk terus waspada dan memusatkan perhatian di sekitar lingkungan. Daryl jauh lebih menyeramkan daripada zombie-nya sendiri.

Kesimpulan

Walking-Dead-Survival-Instinct-37.jpg
Terlepas dari nama besar Walking Dead yang ia usung, Terminal Reality dan Activision baru saja meluncurkan sebuah game yang pantas untuk dijadikan contoh, bagaimana seharusnya sebuah game survival horror berbasiskan FPS action TIDAK dibuat. Ia mungkin memuat karakter terkeren di seri filmnya, dan itu tampaknya menjadi satu-satunya nilai jual yang ia tawarkan, selain kualias visualisasi versi PC yang masih berada dalam batas toleransi. Di luar itu? The Walking Dead: Survival Instinct pantas mendapatkan nominasi sebagai game zombie terburuk sejauh ini.

Terlepas dari nama besar Walking Dead yang ia usung, Terminal Reality dan Activision baru saja meluncurkan sebuah game yang pantas untuk dijadikan contoh, bagaimana seharusnya sebuah game survival horror berbasiskan FPS action TIDAK dibuat. Ia mungkin memuat karakter terkeren di seri filmnya, dan itu tampaknya menjadi satu-satunya nilai jual yang ia tawarkan, selain kualias visualisasi versi PC yang masih berada dalam batas toleransi. Di luar itu? The Walking Dead: Survival Instinct pantas mendapatkan nominasi sebagai game zombie terburuk sejauh ini.

Ada begitu banyak masalah yang dihadapi oleh seri ini, dari sekedar pengulangan elemen lingkungan untuk memfasilitasi plot jalan bercabang yang dipilih gamer, hingga voice acts yang tidak kuat. Namun permasalahan besar sangat terletak pada ketidakmampuan mereka untuk melempar AI yang cukup untuk membuat game ini menantang. Mudah dikalahkan sekedar dengan senjata melee, berjalan lambat, tidak sadar akan lingkungan sekitar, tidak mengancam, tidak mampu berbuat apapun begitu Anda berada di tempat tinggi, para zombie di Survival Instinct adalah lelucon. Entah siapa yang diburu. Entah zombie yang berusaha memburu Anda, atau Anda yang saking maskulinnya, mampu memburu zombie ini kapanpun Anda mau.

Jika Anda merupakan penggemar seri Walking Dead, maka Survival Instinct menawarkan pesona tersendiri, apalagi ini menjadi satu-satunya kesempatan Anda untuk berperan sebagai Daryl Dixon. Sementara bagi Anda yang tidak mengikuti serinya dan memang hanya mencari sebuah game survival horror bertema zombie yang berkualitas, jangan melirik game ini sebelum Anda terjebak pada aktivitas yang buang-buang waktu.

Kelebihan

Walking-Dead-Survival-Instinct-7.jpg
Daryl Dixon adalah satu-satunya pesona The Walking Dead: Survival Instinct.
  • Kesempatan untuk berperan sebagai Daryl Dixon
  • Beberapa enviroment yang masih terlihat apik
Walking-Dead-Survival-Instinct-17.jpg
Saya di sini! LIHAT SAYA!
  • Voice acts
  • AI zombie yang terlihat seperti lelucon
  • Pengulangan misi dan setting yang kentara
  • Sistem companion yang tak terlihat beda dengan sekedar NPC
  • Plot yang tidak kuat
  • Senjata jarak jauh yang tidak terlihat berguna

Cocok untuk gamer: fans berat Walking Dead, fans berat Daryl Dixon

Tidak cocok untuk gamer: yang membutuhkan game survival horror berkualitas yang mencekam dan menegangkan.

Repost : https://jagatplay.com/2013/03/pc-2/review-the-walking-dead-survival-instinct-game-zombie-terburuk-sejauh-ini/3/